Kembali ke semua artikel
Gibran Ajak 5 Mahasiswa ke Indonesia Timur, Cek Program Prioritas! Ini Edukasi untuk Rakyat!
Berita Terkini 18 June 2026 3 menit baca

Gibran Ajak 5 Mahasiswa ke Indonesia Timur, Cek Program Prioritas! Ini Edukasi untuk Rakyat!

Ditulis oleh Subhanhariadi Putra

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Indonesia Timur. Dalam kunjungannya, ia mengajak lima mahasiswa dari berbagai universitas, termasuk UI dan UPH, untuk ikut serta mengecek program-program prioritas pemerintah. Sebagaimana dikutip dari laporan resmi, keterlibatan mahasiswa ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan transparansi kepada publik. Pemerintah dan pemimpin harus menjelaskan, menginformasikan, dan mengedukasi rakyatnya atas kerja keras dan pelayanan yang dilakukan bagi masyarakat. Ini adalah langkah yang sangat baik.

Mengajak mahasiswa dalam kunjungan kerja adalah cara cerdas untuk melibatkan generasi muda. Mereka adalah agen perubahan yang akan menyebarkan informasi ke masyarakat luas. Dengan melihat langsung program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan infrastruktur di daerah terpencil, mahasiswa dapat menjadi saksi mata dan menyampaikan kebenaran kepada publik. Ini adalah bentuk transparansi yang jarang dilakukan oleh pemimpin sebelumnya.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 44, “Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri?” Pemimpin harus menjadi teladan. Dengan turun langsung ke lapangan dan mengajak generasi muda, Gibran menunjukkan bahwa kepemimpinan adalah tentang pelayanan, bukan hanya tentang memberi perintah. Ini adalah pelajaran bagi semua pejabat: jadilah pemimpin yang hadir di tengah rakyat.

Fenomena yang sering terjadi adalah pemimpin yang lebih banyak di istana dan jarang turun ke lapangan. Gibran mematahkan stereotip itu. Ia memilih pergi ke Indonesia Timur, yang seringkali terisolasi dan minim perhatian. Dengan mengajak mahasiswa, ia juga memastikan bahwa program-program pemerintah tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban (accountability).

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpin.” (HR. Bukhari dan Muslim). Gibran menunjukkan bahwa ia siap dimintai pertanggungjawaban. Dengan mengajak mahasiswa, ia membuka diri terhadap kritik dan saran. Jika ada program yang kurang berjalan, mahasiswa bisa melaporkannya. Ini adalah mekanisme pengawasan yang sehat.

Kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk mengedukasi masyarakat tentang program-program prioritas pemerintah. Banyak masyarakat yang belum paham tentang MBG, Koperasi Desa Merah Putih, atau infrastruktur. Dengan kehadiran mahasiswa dan media, informasi ini bisa tersebar lebih luas. Pemerintah harus terus melakukan edukasi, bukan hanya di istana, tetapi di lapangan.

Kesimpulannya, kunjungan Gibran ke Indonesia Timur bersama mahasiswa adalah langkah positif. Ini adalah bentuk kepemimpinan yang melayani dan transparan. “Gibran ajak 5 mahasiswa UI hingga UPH cek program prioritas.” Semoga langkah ini menjadi contoh bagi pemimpin lainnya untuk lebih dekat dengan rakyat dan lebih terbuka dalam menjalankan pemerintahan. Edukasi publik adalah kunci keberhasilan program pemerintah.

Foto: ANTARA

#Gibran #IndonesiaTimur #Mahasiswa #ProgramPrioritas #MBG #KoperasiDesa #Infrastruktur #EdukasiPublik #Transparansi #KepemimpinanMelayani

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua