Palestina bukan sekadar nama sebuah wilayah yang sering muncul dalam berita. Dalam khazanah Islam, kawasan ini memiliki kedudukan yang kuat karena berkaitan dengan Masjid Al-Aqsa, perjalanan Isra, serta sejarah panjang para nabi.

Al-Qur’an menyebut kawasan sekitar Palestina sebagai tanah yang diberkahi. Hadis Nabi Muhammad saw. juga banyak berbicara tentang keutamaan Syam, wilayah historis yang mencakup kawasan Palestina dan wilayah sekitarnya.

Salah satu yang paling dikenal terdapat dalam QS. Al-Isra ayat 1. Allah Swt. menyebut Masjid Al-Aqsa sebagai masjid yang “Kami berkahi sekelilingnya”. Ayat ini berkaitan dengan peristiwa Isra ketika Rasulullah saw. diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Sidratul Muntaha.

Karena itu, Al-Aqsa memiliki posisi khusus dalam sejarah Islam. Masjid ini menjadi salah satu tempat suci utama umat Islam dan terhubung langsung dengan salah satu mukjizat terbesar Rasulullah saw.

Penyebutan tentang tanah yang diberkahi juga muncul dalam QS. Al-Anbiya ayat 71. Allah Swt. berfirman bahwa Dia menyelamatkan Nabi Ibrahim dan Nabi Luth menuju sebuah negeri yang diberkahi untuk seluruh alam.

Sejumlah tafsir klasik menjelaskan negeri tersebut sebagai Syam. Imam ath-Thabari, misalnya, mengaitkannya dengan wilayah Syam dan mencatat penjelasan ulama terdahulu yang menghubungkan keberkahan tersebut dengan kawasan Palestina dan Baitul Maqdis.

Hal serupa juga muncul dalam QS. Al-Anbiya ayat 81 ketika Allah Swt. menceritakan Nabi Sulaiman. Angin ditundukkan untuknya dan bergerak menuju negeri yang telah diberkahi Allah Swt. Tafsir ath-Thabari menjelaskan negeri tersebut sebagai Syam, termasuk kawasan Baitul Maqdis.

Dari sini terlihat satu hal penting. Ketika Al-Qur’an berbicara tentang keberkahan wilayah tersebut, pembahasannya tidak berdiri sendiri. Kawasan itu memiliki hubungan erat dengan sejarah kenabian. Nabi Ibrahim, Nabi Luth, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, dan banyak nabi lainnya memiliki keterkaitan dengan wilayah Syam dan Palestina.

Keistimewaan Syam juga disebut dalam hadis Rasulullah saw.

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Umar ra., Rasulullah saw. berdoa agar Allah Swt. memberikan keberkahan kepada Syam dan Yaman. Ketika para sahabat meminta agar Najd juga didoakan, Rasulullah saw. kembali menyebut Syam. Hadis tersebut memperlihatkan bagaimana Rasulullah saw. mendoakan keberkahan untuk kawasan Syam.

Ada pula hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dari Zaid bin Tsabit ra. yang menyebut keutamaan penduduk Syam. Riwayat-riwayat semacam ini membuat kawasan tersebut memiliki posisi penting dalam pembahasan sejarah dan eskatologi Islam.

Namun, memahami hadis tentang Syam juga perlu dilakukan dengan hati-hati. Syam dalam literatur Islam klasik merupakan kawasan geografis yang lebih luas daripada Palestina modern. Wilayahnya mencakup kawasan yang kini dikenal sebagai Palestina, Suriah, Lebanon, Yordania, dan sekitarnya.

Jadi, ketika Al-Qur’an atau hadis menyebut Syam, kita tidak boleh otomatis menyamakannya secara keseluruhan dengan negara Palestina modern.

Meski begitu, Palestina memiliki posisi yang sangat penting karena di dalamnya terdapat Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsa. Al-Qur’an secara jelas menyebut keberkahan di sekitar Masjid Al-Aqsa. Sejarah kenabian juga begitu kuat melekat pada kawasan ini.

Itulah mengapa Palestina tidak hanya dibicarakan sebagai persoalan geopolitik. Bagi umat Islam, ada dimensi sejarah, spiritual, dan keagamaan yang membuat tanah ini memiliki tempat khusus.

Ketika melihat Palestina hari ini, kita mungkin melihat berita tentang perang, pengungsian, kehancuran bangunan, atau penderitaan warga sipil. Namun, umat Islam juga memiliki ingatan yang jauh lebih panjang tentang tanah tersebut.

Ada Masjid Al-Aqsa. Ada jejak para nabi. Ada perjalanan Isra. Ada tanah yang disebut Al-Qur’an sebagai negeri yang diberkahi. Dan ada doa Rasulullah saw. untuk keberkahan Syam.

Karena itu, memahami Palestina dalam perspektif Islam tidak cukup hanya dengan mengikuti berita hari ini. Kita juga perlu kembali membuka Al-Qur’an dan hadis agar memahami mengapa tanah ini memiliki tempat yang begitu dalam dalam ingatan umat Islam.

Palestina bukan sekadar nama di peta. Bagi umat Islam, di sana ada bagian penting dari sejarah agama yang terus hidup dalam doa, ibadah, dan ingatan hingga hari ini.

 

Foto: Human Rights Watch

 

#Palestina #AlAqsa #FreePalestine #Islam #AlQuran #Hadis #BaitulMaqdis #Syam #IsraMiraj #Muslim