Ngerinya Sakaratul Maut Pesugihan, UAS: Ruhnya Dicabut Seperti Kambing Dikulit Hidup-hidup!
Praktik pesugihan masih menjadi fenomena yang sering diperbincangkan di tengah masyarakat. Pesugihan dipercaya dapat mendatangkan kekayaan secara instan melalui bantuan makhluk gaib atau perjanjian tertentu. Namun, dalam pandangan Islam, jalan semacam ini termasuk perbuatan yang dilarang karena dapat menyeret seseorang kepada kesyirikan. Sebagaimana dikutip dari penjelasan Ustaz Abdul Somad (UAS), bagaimana meninggalnya orang yang melakukan pesugihan sangat mengerikan. Musuhi dan jauhi seluruh hal yang menjurus kepada kemusyrikan dan sihir. Itu dosa besar dan mengundang azab Allah. Jangan pernah mendekati pesugihan.
UAS menjelaskan bahwa proses keluarnya ruh seorang mukmin sangat berbeda dengan orang yang bergelimang dalam kemaksiatan dan kesyirikan. “Ruh orang baik-baik (ketika meninggal) macam air menetes di ujung daun, tak terasa. Daun tak patah, daun tak bergoyang, ranting tak ada patah, jatuh dibawa malaikat,” ujar UAS. Gambaran ini menunjukkan betapa tenangnya seorang hamba yang meninggal dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah SWT. Sebaliknya, orang yang hidup dalam kesesatan dan melakukan praktik-praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam akan menghadapi kondisi yang jauh berbeda saat sakaratul maut.
“Sedangkan orang yang pesugihan ini, ruhnya disentapkan malaikat. Seperti mata kail pancing dari kulit yang basah. Seperti ditebas beratus kali di tempat yang sama, macam kambing yang dikulit hidup-hidup,” kata UAS. Ini adalah gambaran yang sangat mengerikan. Ruh orang yang melakukan pesugihan akan dicabut dengan sangat menyakitkan. Mereka akan merasakan siksaan yang luar biasa saat ajal menjemput. Ini adalah peringatan keras bagi siapa pun yang tergoda untuk melakukan pesugihan.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 102, “...Padahal mereka (setan) tidak membahayakan seseorang dengan sihir itu, kecuali dengan izin Allah.” Sihir dan pesugihan adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam. Mereka yang melakukannya telah melakukan dosa besar dan mengundang murka Allah. Ruh orang yang melakukan pesugihan akan ditempatkan di Sijjin, yaitu tempat yang paling rendah dan penuh siksa. “Ruh yang baik-baik letaknya Illiyyin. Ruh yang jahat-jahat letaknya Sijjin,” jelas UAS.
Fenomena pesugihan sering muncul karena manusia ingin mendapatkan kekayaan dan kekuasaan dengan cara instan. Mereka rela menggadaikan iman dan keyakinannya demi keuntungan duniawi. Padahal, kekayaan yang didapat dari pesugihan tidak akan membawa berkah. Hidup akan terasa gelisah, dan kematian akan menjadi siksaan. Jauhi pesugihan, karena ia adalah jalan menuju kehancuran dunia dan akhirat.
Kesimpulannya, pesugihan adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam. “Sedangkan orang yang pesugihan ini, ruhnya disentapkan malaikat. Seperti mata kail pancing dari kulit yang basah.” Mari kita jauhi semua praktik yang mendekati kemusyrikan dan sihir. Cari rezeki dengan cara yang halal dan berkah. Jangan tergoda dengan janji kekayaan instan yang hanya akan membawa petaka.
#Pesugihan #UAS #UstazAbdulSomad #SakaratulMaut #Ruh #Sijjin #Illiyyin #Sihir #DosaBesar #AzabAllah