Jangan Asal Swipe, Begini Cara Memilih Jodoh via Online
Di era digital seperti sekarang, mencari jodoh tidak lagi harus melalui perantara keluarga, teman, atau guru ngaji. Banyak muslim dan muslimah yang memulai proses ta'aruf hingga menemukan pasangan hidup melalui media sosial maupun aplikasi pencarian jodoh.
Meski menawarkan kemudahan, mencari pasangan secara online juga memiliki risiko. Karena itu, diperlukan kehati-hatian agar proses mencari jodoh tidak berakhir dengan kekecewaan.
Ustazah Herlini Amran, M.A. mengingatkan agar siapa pun yang mencari jodoh melalui internet tidak seperti membeli "kucing dalam karung", yakni menerima seseorang tanpa mengetahui latar belakang dan karakternya secara jelas.
Jangan Hanya Percaya Profil dan Chat
Perlu diketahuii, internet hanyalah sarana yang mempertemukan dua orang. Namun, proses mengenal calon pasangan tidak boleh berhenti pada percakapan daring atau informasi yang ditampilkan di profil.
"Jangan seperti membeli kucing dalam karung. Meski berkenalan lewat internet, sebaiknya cari orang sebagai mediator yang mengetahui betul orang tersebut," jelasnya.
Mediator yang dimaksud adalah orang ketiga yang benar-benar mengenal calon pasangan, baik dari lingkungan keluarga, pertemanan, pekerjaan, maupun komunitasnya.
Kehadiran mediator sangat penting karena tidak semua yang terlihat di dunia maya mencerminkan keadaan sebenarnya. Tidak sedikit kasus penipuan yang bermula dari perkenalan online, mulai dari identitas palsu hingga status pernikahan yang disembunyikan.
Belajar dari Umar bin Khaththab
Untuk mengenali karakter seseorang, Ustazah Herlini mengutip sebuah kisah tentang Sayyidina Umar bin Khaththab ra.
Ketika ada seseorang yang mengaku mengenal orang lain, Umar tidak langsung menerima pengakuan tersebut. Beliau terlebih dahulu mengajukan tiga pertanyaan:
1. Apakah kamu pernah bepergian dengannya?
2. Apakah kamu pernah berbisnis atau bermuamalah dengannya?
3. Apakah kamu pernah bermalam dengannya?
Tiga pertanyaan ini menunjukkan bahwa mengenal seseorang tidak cukup hanya dengan melihat penampilannya atau mendengar cerita orang lain.
Melalui perjalanan, kerja sama, dan interaksi yang lebih dekat, karakter asli seseorang biasanya akan terlihat, termasuk bagaimana ia mengendalikan emosi, bertanggung jawab, dan memperlakukan orang lain.
Perhatikan Hubungannya dengan Orang Tua
Selain mencari informasi dari mediator, Ustazah Herlini juga menyarankan agar calon pasangan diperhatikan hubungannya dengan kedua orang tuanya.
Sikap seseorang terhadap ayah dan ibunya sering kali menjadi cerminan akhlak yang dimilikinya.
"Insya Allah kalau dia baik dengan ibu atau orang tuanya, dia adalah orang yang sholih atau sholihah," ujarnya.
Hubungan yang baik dengan orang tua memang bukan satu-satunya ukuran, tetapi dapat menjadi indikator penting dalam menilai kedewasaan, tanggung jawab, dan rasa hormat seseorang.
Sikap kepada Anak Juga Perlu Dinilai
Hal lain yang tidak kalah penting adalah melihat bagaimana calon pasangan memperlakukan anak-anak.
Sifat seseorang terhadap anak dapat memberikan gambaran tentang kesabaran dan kesiapan mereka dalam menjalani kehidupan rumah tangga kelak.
Apakah ia sabar, mudah marah, peduli, atau justru acuh tak acuh? Semua itu perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Mamah Dedeh: Cari yang Baik Agamanya
Senada dengan hal tersebut, Mamah Dedeh dalam berbagai kajiannya sering mengingatkan bahwa memilih pasangan hidup tidak boleh hanya berdasarkan rupa, harta, atau status sosial.
Menurut beliau, yang paling utama adalah agama dan akhlaknya.
Mamah Dedeh menegaskan bahwa rumah tangga membutuhkan kesabaran, tanggung jawab, dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Karena itu, calon pasangan yang baik agamanya akan lebih mudah diajak bekerja sama dalam membangun keluarga yang sakinah.
Beliau juga mengingatkan agar jangan mudah terpesona oleh pencitraan, termasuk yang ditampilkan di media sosial. Sebab kehidupan nyata jauh berbeda dengan apa yang terlihat di layar ponsel.
Cari Informasi Sebanyak Mungkin
Mencari jodoh secara online bukan sesuatu yang dilarang. Bahkan, banyak pasangan yang berhasil menemukan pendamping hidup melalui cara tersebut.
Namun, prosesnya tetap harus dilakukan dengan bijak dan sesuai tuntunan syariat. Jangan hanya mengenal seseorang melalui foto, status, atau obrolan singkat.
Cari informasi dari orang-orang yang mengenalnya, perhatikan akhlaknya, hubungan dengan orang tua, serta sikapnya kepada orang lain.
Pada akhirnya, memilih pasangan hidup adalah keputusan besar yang akan memengaruhi masa depan. Karena itu, jangan terburu-buru dan jangan sampai hanya mengandalkan kesan pertama di dunia maya.
Sebab jodoh yang baik bukan sekadar terlihat menarik di layar, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan nyata.
Foto: AI Gnerated
#JodohOnline #Taaruf #MencariJodoh #Muslimah #MamahDedeh #UstazahHerlini #TipsPernikahan #JodohDalamIslam #KeluargaSakinah #InspirasiMuslimah