Kembali ke semua artikel
Kepatuhan Jemaah Haji Meningkat, Petugas Kembali Ingatkan Jemaah Tidak Bawa Zamzam Di Koper Bagasi
Kabar Haji 23 June 2026 3 menit baca

Kepatuhan Jemaah Haji Meningkat, Petugas Kembali Ingatkan Jemaah Tidak Bawa Zamzam Di Koper Bagasi

Ditulis oleh Subhanhariadi Putra

MADINAH – Kepatuhan jemaah haji Indonesia terhadap aturan barang bawaan penerbangan terus menunjukkan tren positif menjelang fase akhir pemulangan dari Arab Saudi. Berbagai sosialisasi dan edukasi yang dilakukan petugas haji dinilai mulai membuahkan hasil, meski masih ditemukan sejumlah pelanggaran terkait barang yang dilarang masuk ke dalam bagasi pesawat.

Kepala Seksi Layanan Kedatangan dan Keberangkatan Daerah Kerja Madinah, Nur Arif Muhammad, mengatakan tingkat kepatuhan jemaah saat ini jauh lebih baik dibandingkan pada awal masa pemulangan.

“Kepatuhan jemaah itu sudah semakin membaik,” ujar Nur Arif Muhammad kepada Media Center Haji di Madinah, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan secara berulang oleh petugas haji mulai dipahami oleh jemaah, terutama terkait larangan membawa air zamzam, powerbank, dan barang-barang tertentu ke dalam koper bagasi.

“Jadi sosialisasi yang kita sampaikan itu sudah sampai ke jemaah terkait barang bawaan yang dilarang oleh maskapai, yaitu berupa zamzam, powerbank, dan sebagainya,” katanya.

Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah jemaah yang mencoba membawa air zamzam di dalam koper bagasi. Bahkan, sebagian botol zamzam dibungkus menggunakan lakban maupun aluminium foil dengan harapan tidak terdeteksi saat pemeriksaan.

Namun upaya tersebut tetap teridentifikasi melalui pemeriksaan x-ray yang dilakukan sebelum koper masuk ke pesawat.

“Di gudang pemeriksaan awal dekat bandara masih ditemukan air zamzam dalam kemasan botol yang sudah dilapisi lakban maupun aluminium foil dan tetap terdeteksi oleh x-ray,” ujar Arif.

Karena itu, pihaknya kembali mengingatkan jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi. Selain berpotensi menyebabkan koper dibongkar, tindakan tersebut juga dapat menghambat proses pemeriksaan dan keberangkatan.

“Nanti itu juga semua akan dibongkar petugas-petugas yang ada di gudang,” tegasnya.

Arif menjelaskan, setiap koper jemaah menjalani dua tahap pemeriksaan x-ray. Pemeriksaan pertama dilakukan di gudang pemeriksaan awal dekat bandara, sementara pemeriksaan kedua dilakukan di area penyimpanan milik maskapai penerbangan.

“Setelah kita x-ray pertama, kemudian di gudang bandara itu juga akan di x-ray lagi. Ketika nanti gudang yang pertama lolos, nanti kedua mungkin tidak akan lolos lagi,” jelasnya.

Selain koper bagasi, petugas juga mengingatkan jemaah untuk memperhatikan ketentuan barang yang diperbolehkan masuk ke dalam kabin pesawat. Benda tajam seperti pisau, gunting, serta barang yang mudah meledak atau mengandung zat kimia berlebihan dilarang dibawa ke dalam kabin.

Petugas juga menegaskan bahwa setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa satu koper kabin dan satu tas paspor sesuai ketentuan maskapai.

“Yang diperbolehkan ke kabin itu hanya koper kabin dan tas paspor. Kelebihannya tidak boleh. Nanti akan dilakukan penyisiran di bandara dan barang yang tidak sesuai ketentuan tidak bisa dibawa masuk ke pesawat,” kata Arif.

PPIH Arab Saudi berharap kepatuhan jemaah terus meningkat hingga akhir fase pemulangan sehingga proses keberangkatan dari Madinah menuju Tanah Air dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Aditya Nugroho - Media Center Haji 2026

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua