Program Tanazul Percepat Kepulangan 145 Jemaah Haji Indonesia yang Mengalami Gangguan Kesehatan
Makkah, Arab Saudi – Sebanyak 145 jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan dipulangkan lebih awal ke Tanah Air melalui Program Tanazul yang difasilitasi oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Program ini diberikan kepada jemaah dengan kondisi medis tertentu yang dinilai memerlukan kepulangan lebih cepat tanpa harus menunggu jadwal kepulangan sesuai kelompok terbang (kloter) masing-masing.
Melalui mekanisme tersebut, jemaah yang memenuhi kriteria kesehatan dapat dipindahkan ke jadwal penerbangan yang lebih awal setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan penilaian medis secara menyeluruh.
Penanggung Jawab Evakuasi Tanazul KKHI Makkah, dr. Syougie, menjelaskan bahwa setiap jemaah yang diusulkan mengikuti program ini harus menjalani proses asesmen kesehatan terlebih dahulu. Keselamatan selama penerbangan menjadi pertimbangan utama sebelum keputusan pemulangan diambil.
Selain kondisi medis, tim kesehatan juga memastikan jemaah dalam keadaan layak terbang atau fit to fly. Pemeriksaan dilakukan secara berkelanjutan hingga menjelang keberangkatan menuju Indonesia.
Jemaah yang mengikuti Program Tanazul tetap mendapatkan pengawasan dari petugas kesehatan. Sebelum memasuki ruang tunggu bandara, mereka kembali menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisiknya stabil selama perjalanan panjang menuju Tanah Air.
Program Tanazul menjadi salah satu bentuk layanan kesehatan yang disiapkan pemerintah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada jemaah haji Indonesia, khususnya mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus setelah menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Melalui program ini, pemerintah berharap seluruh jemaah dapat kembali ke Indonesia dengan aman dan memperoleh layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Reporter: Maya Puspitasari - Media Center Haji 2026