Rayakan Tahun Baru Islam dengan Totalitas Hijrah, Bukan Sekadar Seremonial!
Setiap tanggal 1 Muharram, umat Islam merayakan Tahun Baru Hijriah. Namun, seringkali perayaan ini hanya diisi dengan kegiatan seremonial yang dangkal. Padahal, esensi terdalam dari pergantian tahun dalam Islam adalah hijrah. Sebagaimana dikutip dari ajaran para ulama, Rayakan Tahun Baru Islam dengan totalitas hijrah, bukan sekadar pesta kembang api. Mari kita jadikan momen ini sebagai titik balik menuju perbaikan total.
Peristiwa hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabat dari Makkah ke Madinah telah berlangsung berabad-abad yang lalu. Namun, spirit dan semangat hijrah harus terus dilestarikan hingga kapan pun. Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, tetapi transformasi mental dan perilaku. Kendati zaman sudah berubah, “hijrah” tetap relevan dilakukan dan dibudayakan oleh umat Islam.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hasyr ayat 18, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” Tahun baru adalah momentum untuk introspeksi diri (muhasabah) dan berhijrah dari kebiasaan buruk menuju kebaikan. Jangan biarkan tahun baru berlalu tanpa perubahan signifikan dalam diri kita.
Hijrah total berarti melakukan transformasi dalam berbagai aspek kehidupan. Bukan hanya ritual ibadah individual, tetapi juga dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Seorang muslim yang hijrah adalah yang meninggalkan gaya hidup konsumtif menuju produktif, meninggalkan korupsi menuju integritas, dan meninggalkan perpecahan menuju persatuan. Inilah makna hijrah yang sesungguhnya.
Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim adalah yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir adalah yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari). Hadits ini menegaskan bahwa hijrah hakiki adalah meninggalkan kemaksiatan. Jika kita masih bergunjing, masih korupsi, masih malas ibadah, maka kita belum benar-benar berhijrah, meskipun secara fisik sudah berganti tahun.
Ketika umat Islam dan semua komponen bangsa melakukan hijrah total, hal tersebut akan membawa implikasi luas dalam kehidupan. Totalitas hijrah akan mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bangsa secara berkelanjutan. Mari kita jadikan akhir tahun Hijriah sebagai momentum menuju perbaikan bersama. Jangan lagi menjadi bangsa yang terpecah belah, korup, dan malas.
Sekretaris PCNU Kota Bogor, Zainullah, mengajak umat Islam dan semua komponen bangsa agar menjadikan akhir 1431 Hijriyyah sebagai momentum menuju perbaikan bersama. Ia juga mengajak agar kehadiran 1432 Hijriyyah (tahun baru) menjadi lembaran baru dalam kehidupan dengan cara selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan universal. Pesan ini sangat relevan untuk kita di tahun 1448 H ini.
Fenomena yang sering terjadi adalah banyak umat Islam yang merayakan 1 Muharram dengan konvoi motor, pesta kembang api, atau perayaan yang tidak mendidik. Padahal, tahun baru Islam seharusnya diisi dengan ibadah dan introspeksi. Tidak ada konsep “tahun baru kabur” atau “malam suro” untuk hal-hal mistis. Yang ada adalah muhasabah dan tekad untuk menjadi lebih baik.
Kesimpulannya, rayakan Tahun Baru Islam dengan totalitas hijrah. Berhijrahlah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kemalasan menuju kerja keras, dan dari kebodohan menuju ilmu pengetahuan. “Hijrah perlu diteladani dan dibudayakan secara total dengan melakukan transformasi dalam berbagai kehidupan.” Selamat Tahun Baru Islam 1448 H. Semoga kita termasuk orang-orang yang berhijrah dengan sebenar-benarnya. Wallahu a'lam.
#TotalitasHijrah #TahunBaruIslam #Muharram #HijrahRasulullah #TransformasiSosial #Keadilan #Kesejahteraan #Muhasabah #PerbaikanDiri #1448H