Mencintai Indonesia terasa semakin berat ketika kemiskinan menjerat rakyat, korupsi terus menggerogoti kepercayaan, ketidakadilan semakin nyata, dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) menghancurkan kehidupan masyarakat. Di tengah persoalan itu, kinerja pemerintah semakin layak dipertanyakan. Rakyat membutuhkan solusi, bukan sekadar janji.

Bagi seorang muslim, cinta Tanah Air atau hubbul wathan tidak berarti harus membenarkan setiap kebijakan pemerintah. Mencintai Indonesia juga berarti berani mengingatkan penguasa, membela rakyat yang tertindas, dan menjaga negeri dari kerusakan. Sebab, Indonesia bukan milik pemerintah semata. Negeri ini adalah rumah bagi seluruh rakyatnya.

Lantas, bagaimana mempertahankan rasa cinta kepada Indonesia ketika berbagai persoalan membuat masyarakat kecewa? Islam mengajarkan bahwa cinta terhadap negeri harus berjalan bersama keadilan, amanah, dan keberanian memperjuangkan kebaikan.

Ungkapan hubbul wathan minal iman populer dalam tradisi Islam Indonesia sebagai semangat cinta Tanah Air. Namun, kalimat tersebut bukan hadis Nabi Muhammad saw. Meski demikian, nilai kecintaan terhadap negeri sejalan dengan ajaran Islam tentang menjaga kemaslahatan dan memperjuangkan kehidupan yang baik.

Rasulullah saw. menunjukkan kecintaan terhadap Makkah, tanah kelahirannya. Setelah hijrah ke Madinah, beliau juga berdoa agar Allah Swt. menumbuhkan kecintaan terhadap Madinah sebagaimana kecintaan beliau kepada Makkah.

Cinta terhadap negeri bukan sekadar perasaan bangga. Ia harus menjadi dorongan untuk menjaga persaudaraan, merawat lingkungan, dan memperjuangkan keadilan.

Cinta Tanah Air Berarti Berani Mengoreksi

Kemiskinan, korupsi, dan ketidakadilan bukan persoalan yang bisa dianggap sepele. Ketika masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, sementara penyalahgunaan kekuasaan terus menjadi sorotan, kepercayaan publik semakin terancam.

Karhutla juga bukan sekadar hutan yang terbakar. Bencana ini dapat merusak rumah, mengganggu kesehatan, menghancurkan mata pencaharian, dan memperburuk lingkungan. Masyarakat rentan sering kali menanggung dampak paling berat.

Dalam kondisi seperti ini, muslim tidak seharusnya memaknai cinta Tanah Air sebagai kewajiban untuk diam. Allah Swt. memerintahkan orang beriman untuk menegakkan keadilan, sekalipun kesaksian itu merugikan diri sendiri atau orang terdekat. Pesan ini tertuang dalam Surah An-Nisa ayat 135.

Artinya, keadilan tidak boleh tunduk pada jabatan, kekuasaan, atau kepentingan kelompok. Jika kebijakan pemerintah merugikan rakyat, kritik berbasis fakta merupakan bagian dari kepedulian terhadap negeri.

Mengkritik pemerintah juga bukan berarti membenci Indonesia. Pemerintah adalah pemegang amanah. Ketika amanah itu dipertanyakan, rakyat berhak meminta penjelasan dan pertanggungjawaban melalui mekanisme yang sah.

Jangan Biarkan Kekecewaan Mematikan Kepedulian

Kekecewaan terhadap kondisi negeri bisa dimengerti. Namun, jangan sampai rasa kecewa membuat kita berhenti peduli. Indonesia tetap membutuhkan warga yang jujur, berani, dan mau bekerja untuk kepentingan bersama.

Cinta Tanah Air dapat dimulai dari tindakan sederhana. Tidak melakukan korupsi sekecil apa pun, membantu tetangga yang kesulitan, menjaga lingkungan, menolak hoaks, dan memperlakukan orang lain secara adil.

Muslim muda juga dapat menggunakan media sosial untuk menyuarakan persoalan masyarakat. Mengangkat kisah korban karhutla, mengawal kasus ketidakadilan, atau memperjuangkan akses pendidikan dapat menjadi bentuk kepedulian yang nyata.

Namun, penderitaan orang lain tidak boleh dijadikan bahan pencitraan. Bantuan harus benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Dalam Surah Ar-Ra'd ayat 11, Allah Swt. mengingatkan bahwa perubahan suatu kaum berkaitan dengan ikhtiar mereka sendiri. Pesan ini mengajarkan bahwa memperbaiki Indonesia membutuhkan keterlibatan masyarakat, bukan hanya menunggu perubahan dari pemerintah.

Indonesia Layak Dicintai, Rakyatnya Layak Diperjuangkan

Mencintai Indonesia tidak berarti menutup mata terhadap masalahnya. Justru, seseorang yang mencintai negeri akan gelisah ketika rakyatnya menderita dan kekuasaan tidak dijalankan secara amanah.

Kritik bukan tanda kebencian. Menuntut keadilan bukan tindakan melawan bangsa. Menolak korupsi, membela masyarakat miskin, dan menjaga lingkungan adalah cara merawat Indonesia agar tetap menjadi rumah yang layak bagi semua orang.

Hubbul wathan harus hadir dalam tindakan, bukan sekadar slogan saat upacara atau peringatan kemerdekaan. Cinta itu terlihat ketika kita memilih kejujuran di tengah peluang berbuat curang, keberanian di tengah ketakutan, dan kepedulian di tengah sikap tidak peduli.

Indonesia memang menghadapi banyak persoalan. Namun, rasa cinta terhadap negeri ini tidak harus ikut padam.

Cinta Tanah Air bukan berarti selalu membenarkan pemerintah. Cinta Tanah Air berarti berani memperjuangkan Indonesia yang lebih adil bagi rakyatnya.

 

Foto: Istimewa

 

#HubbulWathan #CintaTanahAir #MuslimMuda #IslamDanNasionalisme #KeadilanSosial #IndonesiaBerkeadilan #Antikorupsi #JagaLingkungan #IslamRahmatanLilAlamin #LifestyleIslami