Pernahkah kamu membayangkan bagaimana kekuatan wakaf dapat mengubah wajah pelayanan kesehatan di Indonesia menjadi lebih inklusif dan modern?

Momentum bersejarah baru saja tercipta ketika Cinta Quran Foundation (CQF) bersama Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) secara resmi meluncurkan Program Rumah Sakit Wakaf. 

Acara Press Conference & Soft Launching Rumah Sakit Wakaf yang berlangsung di The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta pada 29 Oktober 2026 terasa makin istimewa karena diselenggarakan bertepatan dengan Hari Stroke Sedunia.

Rangkaian acara soft launching Rumah Sakit Wakaf diawali dengan diskusi bersama Ustadz Fatih Karim selaku Founder Cinta Quran Foundation, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor Dr. Dwi Sudharto, M.Si., dan Anggota Komisi IX DPR RI dr. Gamal Albinsaid, dipandu Arie Untung sebagai moderator.

Usai diskusi, Ketua Pembina Yayasan RS Islam Bogor Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS memberikan sambutan dilanjutkan soft launching program Rumah Sakit Wakaf. Rangkaian acara ditutup dengan press conference bersama insan pers.

Langkah besar ini menjadi awal dari komitmen bersama dalam menghadirkan fasilitas medis yang berkualitas sekaligus terjangkau bagi masyarakat luas.

Peluncuran ini menandai dimulainya kerja sama strategis antara kedua lembaga untuk memperkuat ekosistem kesehatan nasional. Melalui kolaborasi ini, fokus utama tidak hanya tertuju pada pengembangan sarana fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan klinis dan pengelolaan manfaat wakaf secara berkelanjutan. 

Momen penting tersebut diresmikan melalui penandatanganan kesepakatan oleh Ustadz Fatih Karim selaku Founder Cinta Quran Foundation, bersama Dr. Dwi Sudharto, M.Si., Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor.

Sinergi ini menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai kebaikan dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang berdampak langsung bagi kita semua.

Tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata, kolaborasi ini dirancang secara menyeluruh untuk menyentuh berbagai aspek krusial kesehatan. Mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan tenaga medis, penguatan standar pelayanan, hingga peluncuran berbagai inisiatif sosial di bidang kesehatan. 

Melalui pendekatan wakaf produktif ini, kita diajak untuk melihat bahwa pelayanan kesehatan yang profesional, modern, dan penuh kepedulian sosial kini bukan lagi sekadar impian, melainkan gerakan bersama yang sedang diwujudkan untuk kemaslahatan umat.

Lonjakan Pasien dan Urgensi Penguatan Fasilitas Kesehatan

Sebagai rumah sakit berbasis wakaf yang dikelola oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor, RSIB terus berkomitmen menjaga keseimbangan antara kualitas layanan medis dan keberlanjutan manfaat sosial. Kebutuhan masyarakat akan akses kesehatan terbukti terus meningkat pesat dari tahun ke tahun. 

Berdasarkan data internal RSIB, jumlah kunjungan pasien mengalami kenaikan signifikan dari 57.816 kunjungan pada tahun 2021 menjadi 97.148 kunjungan pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sekitar 68% hanya dalam kurun waktu tiga tahun, sekaligus menegaskan betapa besarnya kepercayaan publik terhadap RSIB.

Menariknya, data internal RSIB pada tahun 2025 mencatat bahwa sekitar 85% dari total pasien merupakan peserta BPJS Kesehatan, sementara 15% sisanya adalah pasien non-BPJS. 

Komposisi ini membuktikan bahwa RSIB memegang peran vital dalam melayani masyarakat luas dari berbagai lapisan ekonomi. Tingginya angka kunjungan ini menjadi dorongan kuat bagi RSIB dan CQF untuk memperluas kapasitas pelayanan, agar masyarakat terus mendapatkan penanganan medis terbaik tanpa terkendala keterbatasan fasilitas.

Pengembangan Stroke Center dan Inisiatif Wakaf Rp231 Miliar

Pemilihan momen peringatan Hari Stroke Sedunia juga menegaskan fokus RSIB dalam menjawab tantangan penyakit kritis di Indonesia. 

Sebagai bagian dari rencana pengembangan jangka panjang, RSIB diproyeksikan memiliki Stroke Center mandiri dengan kemampuan pelayanan yang ditingkatkan secara bertahap. 

Peningkatan ini mencakup penyediaan fasilitas medis mutakhir, teknologi diagnostik canggih, serta pelatihan intensif bagi tenaga medis. Pembangunan fisik fasilitas ini direncanakan mulai berjalan pada tahun 2027 mendatang, selaras dengan tahapan pengembangan rumah sakit secara menyeluruh.

Untuk menopang seluruh agenda besar tersebut, Program Rumah Sakit Wakaf menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp231 miliar. 

Melalui pendekatan wakaf produktif, dana yang terkumpul tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, tetapi juga dialokasikan untuk program sosial seperti bantuan biaya berobat bagi pasien dhuafa dan ulama, serta beasiswa pendidikan bagi tenaga kesehatan.

Kita semua dapat berpartisipasi aktif mendukung gerakan kebaikan ini melalui kanal resmi wakaf dan platform donasi Cinta Quran Foundation di https://cintaquran.net/rswakaf.

 

Foto: damaiindonesiaku.id

 

#RumahSakitWakaf #CintaQuranFoundation #RSIBogor #HariStrokeSedunia #WakafProduktif #KesehatanUmat #WakafKesehatan #DonasiWakaf #CintaQuran #InspirasiKebaikan