Modest Fashion Indonesia Makin Mendunia, Ini Buktinya
Gaya hidup halal kini semakin dekat dengan keseharian masyarakat muslim, termasuk dalam memilih pakaian. Modest fashion atau fesyen santun berkembang menjadi pilihan bagi mereka yang ingin tampil modern tanpa meninggalkan nilai kesopanan.
Perkembangan ini terlihat dalam gelaran IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Festival yang menghadirkan lebih dari 300 desainer dan jenama terkurasi ini memperlihatkan kreativitas industri fesyen Indonesia. Beragam koleksi ditampilkan, mulai dari busana feminin, street style yang kasual, hingga kreasi haute couture dengan detail yang kaya.
Peragaan busana dan pameran tersebut membuktikan bahwa pakaian santun memiliki ruang eksplorasi yang luas dan mampu mengikuti perkembangan tren global.
Kehadiran IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 juga menunjukkan potensi Indonesia sebagai salah satu pusat industri modest fashion dunia. Perpaduan kreativitas desainer, kekayaan wastra Nusantara, dan nilai gaya hidup halal menjadi modal untuk memperluas pasar.
Bagi masyarakat muslim, perkembangan ini membuka lebih banyak pilihan busana yang dapat mendukung aktivitas sehari-hari sekaligus selaras dengan prinsip berpakaian dalam Islam.
Apa hubungan modest fashion dengan gaya hidup halal?
Gaya hidup halal tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman. Cara berpakaian juga menjadi bagian dari upaya seorang muslim menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Islam mengajarkan umatnya menjaga aurat, kesopanan, dan sikap tidak berlebihan. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-A'raf ayat 26 bahwa pakaian berfungsi menutup aurat dan menjadi perhiasan bagi manusia. Ayat tersebut juga mengingatkan bahwa pakaian takwa merupakan yang terbaik.
Pesan ini relevan dengan perkembangan modest fashion. Busana santun tidak harus terlihat kuno atau monoton. Potongan yang sesuai, bahan yang nyaman, serta perpaduan warna dan motif yang tepat dapat membuat seseorang tampil percaya diri tanpa mengabaikan prinsip agama.
Meski begitu, label modest fashion tidak otomatis menjamin sebuah pakaian memenuhi seluruh ketentuan syariat. Muslim tetap perlu memperhatikan apakah busana menutup aurat, tidak transparan, dan tidak membentuk tubuh secara berlebihan.
Bagaimana IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 mendorong fesyen Indonesia mendunia?
Salah satu kekuatan fesyen Indonesia terletak pada kekayaan budaya yang dapat diolah menjadi desain modern. Batik, tenun, dan berbagai tekstil tradisional Nusantara memberi karakter tersendiri pada koleksi para desainer.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi penyelenggaraan IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 karena berpotensi memperkuat Jakarta sebagai destinasi wisata belanja sekaligus memperluas peluang bisnis fesyen Indonesia di pasar internasional.
Saat membuka acara pada Rabu, 14 Oktober 2026, Widiyanti berharap peragaan busana, pameran, dan kegiatan bisnis dalam festival tersebut dapat meningkatkan eksposur jenama lokal, mendorong kemitraan, serta menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung dan berbelanja di Jakarta.
Rangkaian kegiatan festival juga mencakup trade show, dialog industri, pemaparan tren fesyen, business matching untuk wastra Nusantara, dan clearance sale. Berbagai kegiatan ini memberi ruang bagi pelaku industri untuk memperkenalkan produk, membangun jaringan bisnis, dan menjajaki peluang pasar baru.
Dampaknya berpotensi meluas ke sektor lain. Ketertarikan terhadap batik dan tenun, misalnya, dapat mendorong wisatawan mengunjungi sentra kerajinan, mengenal proses pembuatan kain, serta membeli produk langsung dari daerah asalnya. Dengan demikian, perkembangan fesyen juga dapat membuka peluang ekonomi bagi perajin dan pelaku UMKM.
Bagaimana muslim mendukung perkembangan modest fashion lokal?
Dukungan bisa dimulai dari pilihan sederhana. Konsumen dapat membeli produk lokal sesuai kebutuhan, memperhatikan kualitas, serta menggunakan pakaian secara bijak agar tidak terjebak dalam perilaku konsumtif.
Mengikuti tren tidak berarti harus terus membeli koleksi baru. Prinsip kesederhanaan dalam Islam mengajarkan umatnya untuk memenuhi kebutuhan secara wajar dan menghindari pemborosan. Dengan memilih produk yang tahan lama dan mudah dipadukan, masyarakat dapat mendukung industri lokal tanpa mengabaikan tanggung jawab dalam mengelola harta.
IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 memperlihatkan bahwa modest fashion Indonesia memiliki potensi untuk berkembang melalui inovasi, identitas budaya, dan kualitas produk. Tantangan berikutnya adalah menjaga daya saing, memperluas akses pasar, serta memastikan karya desainer lokal semakin dikenal konsumen internasional.
Bagi muslim Indonesia, perkembangan ini menjadi kesempatan untuk mendukung produk dalam negeri sekaligus menjalani gaya hidup halal secara lebih menyeluruh. Busana santun dapat mengikuti perkembangan zaman, selama nilai kesopanan dan tanggung jawab tetap menjadi bagian dari pilihan berpakaian.
Foto: Kemenpar, IN2MOTIONFEST
#ModestFashion #GayaHidupHalal #IN2MOTIONFEST2026 #JMFW2026 #FesyenMuslim #FashionIndonesia #WastraNusantara #EkonomiSyariah #MuslimIndonesia #DamaiIndonesiaku