Puluhan ribu jemaah majelis taklim memenuhi Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Mereka berkumpul dalam Puncak Tasyakur Milad ke-45 Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang mengusung tema “Berdayakan Umat, Membangun Indonesia”.

Milad ke-45 BKMT menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan organisasi yang didirikan Prof. Tutty Alawiyah pada 1 Januari 1981 tersebut. Dalam 45 tahun perjalanannya, BKMT berkembang dari gerakan yang awalnya menyatukan majelis taklim di sekitar Jabodetabek menjadi organisasi keumatan yang menjangkau 35 provinsi di Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang hadir dalam acara tersebut mendorong penguatan seni dan budaya Islam di Indonesia. Menurutnya, pemberdayaan umat Islam dapat berjalan selaras dengan kekayaan budaya Nusantara yang memiliki sejarah panjang.

“Pemberdayaan umat Islam juga dipandang dapat mendorong pemajuan kebudayaan nasional. Ekspresi seni dan budaya Islam di Indonesia memiliki rekam jejak sejarah yang panjang dalam memperkaya khazanah peradaban Nusantara,” ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2026).

Fadli menilai hubungan antara nilai agama dan kebudayaan dapat menjadi bagian penting dalam membangun peradaban bangsa. Kementerian Kebudayaan pun berkomitmen mendukung pengembangan budaya Islam melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Semangat itu terlihat dalam rangkaian Milad ke-45 BKMT. Sebelum acara puncak, BKMT menggelar pembukaan Muktamar ke-X di Asrama Haji Pondok Gede yang turut diramaikan Grand Final BKMT Festival. Festival tersebut menampilkan seni dan budaya Islam Nusantara kepada masyarakat.

Di tengah perayaan itu, Ketua Umum BKMT Syifa Fauzia juga menyoroti perjalanan panjang para jamaah dan pengurus yang selama puluhan tahun menjaga gerakan keumatan tersebut. Ia mengatakan usia 45 tahun tidak sekadar menunjukkan lamanya sebuah organisasi berdiri.

“Bagi sebuah organisasi, itu bukan perjalanan yang pendek. Di dalam angka 45 itu ada ribuan langkah. Ada pengorbanan yang tidak pernah ditulis dalam sejarah. Ada ibu-ibu yang berangkat dari rumah ketika keluarganya masih terlelap. Ada yang meninggalkan kenyamanan demi menghadiri syiar di majelis taklim,” ujar Syifa dalam pidatonya.

Menurut Syifa, kekuatan BKMT tumbuh dari ketulusan anggotanya yang berasal dari berbagai latar belakang. Ada ibu rumah tangga, pedagang, guru, akademisi, politisi, pengusaha hingga profesional yang menyatukan tekad dalam satu gerakan keumatan.

“Semua menggabungkan diri dalam BKMT, menyatukan tekad dan niat tulus, membangun organisasi keumatan yang berdampak luas bagi agama, bangsa, dan negara,” katanya.

Selain penguatan dakwah dan budaya Islam, BKMT juga mendapat dukungan untuk mengembangkan kemandirian ekonomi umat. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengapresiasi perjalanan 45 tahun BKMT dan menyatakan dukungan pemerintah terhadap program ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong.

Salah satu bentuknya adalah pengembangan koperasi masjid yang dilakukan BKMT di berbagai daerah. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat dan mendorong kemandirian umat.

Puncak Milad ke-45 BKMT turut dihadiri Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Daelami Firdaus, H Dailami Firdaus, serta Ketua Umum BKMT periode 2026-2031 Syifa Fauzia.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, BKMT meluncurkan buku “Selendang Pengabdian: Perjalanan Merajut Nilai BKMT di Seluruh Indonesia”. Buku tersebut mendokumentasikan perjalanan pengabdian BKMT di berbagai wilayah Indonesia.

Rangkaian silaturahmi kemudian ditutup dengan penampilan musik bernuansa Islami dari Alma Esbeye. Milad ke-45 BKMT pun menjadi ruang untuk memperkuat dakwah, budaya Islam, pemberdayaan perempuan, sekaligus kemandirian ekonomi umat di Indonesia.

 

Foto: damaiindonesiaku.id

 

#BKMT #MiladBKMT #SyifaFauzia #FadliZon #BudayaIslam #MajelisTaklim #PemberdayaanUmat #PerempuanBerdaya #IslamIndonesia #Indonesia