Cuma "Mampir Berteduh": Segini Singkatnya Hidup di Dunia
JAKARTA – Sebuah konten renungan yang membandingkan skala waktu hidup manusia dengan alam akhirat dari akun Instagram @afiefsulaeman viral di media sosial. Konten yang tayang pada 10 Agustus itu, saat tangkapan layar diambil, telah mengumpulkan sekitar 125,3 ribu like, 261 komentar, dan 14,4 ribu bagikan ulang.
Konten ini mengajak pembaca merenungkan kembali skala prioritas hidup lewat perbandingan durasi antarfase perjalanan manusia menurut ajaran Islam.
Perbandingan Skala Waktu
Konten tersebut memaparkan empat fase perjalanan manusia beserta perkiraan durasinya:
- Dunia: rata-rata 63–70 tahun, dan hanya sedikit yang melewati usia itu.
- Barzakh (alam kubur): disebut berlangsung ribuan tahun.
- Hari Kiamat: digambarkan berlangsung selama 50.000 tahun.
- Akhirat: tidak memiliki akhir, alias kekal selamanya.
Dari perbandingan itu, akun tersebut menekankan bahwa banyak orang merasa waktu hidupnya di dunia masih sangat panjang, sehingga sibuk mengejar target pencapaian, menumpuk harta, dan merancang rencana masa depan yang terasa tak ada habisnya. Padahal, dibandingkan dengan fase-fase sesudahnya, masa hidup di dunia digambarkan sesingkat "mampir berteduh sejenak".
Pesan Penutup
Konten ini ditutup dengan kutipan Surah Al-A'la ayat 17 yang menegaskan bahwa kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal. Pesan utamanya, jangan sampai manusia terlalu sibuk menyiapkan sesuatu yang sementara, hingga lupa menyiapkan bekal untuk kehidupan yang sifatnya selamanya.
Catatan
Angka-angka durasi fase kehidupan setelah kematian (barzakh, hari kiamat) dalam konten ini merupakan penafsiran dan rangkuman dari berbagai riwayat dan pembahasan ulama, yang memiliki penjelasan lebih rinci dan beragam dalam literatur akidah. Pembaca disarankan merujuk kepada ulama atau kitab yang kompeten untuk pemahaman lebih mendalam mengenai perincian fase-fase akhirat.