Bepergian hingga malam hari kadang terasa biasa saja. Kita mungkin masih sibuk mengecek maps, menikmati perjalanan, atau sekadar menunggu sampai tiba di tujuan.

Namun, ada satu hal yang menarik dari perjalanan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ketika malam tiba di tengah perjalanan, beliau tidak hanya memikirkan tempat untuk beristirahat. Beliau juga memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai kemungkinan bahaya yang tidak terlihat.

Sebuah doa yang diajarkan Rasulullah ini pun relevan untuk diamalkan ketika kita melakukan perjalanan malam, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Doa Rasulullah Ketika Malam Tiba dalam Perjalanan
Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melakukan perjalanan dan malam tiba, beliau mengucapkan doa:

“Hai bumi, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu dan kejahatan yang ada padamu, juga kejahatan yang diciptakan di dalam dirimu, serta kejahatan hewan yang melata di atasmu. Dan aku berlindung kepada Allah dari singa hitam, ular, kalajengking, penghuni daerah ini, serta dari bapak dan anaknya.” Doa tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Jika diperhatikan, doa ini begitu lengkap. Rasulullah memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai hal yang mungkin membahayakan seorang musafir ketika malam datang.

Ada ancaman dari hewan yang hidup di sekitar tempat bermalam, kemungkinan gangguan dari penghuni wilayah tersebut, hingga berbagai bahaya lain yang tidak diketahui manusia.

Mengapa Rasulullah Membaca Doa Ini?
Dalam perjalanan pada masa Rasulullah, bermalam berarti menghadapi kondisi alam yang jauh berbeda dari sekarang.

Ketika malam tiba, beliau biasanya menyempatkan diri membuat kemah sebagai tempat beristirahat. Setelah tempat bermalam siap, doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk memohon perlindungan kepada Allah.

Bayangkan kondisi perjalanan pada masa itu. Tidak ada lampu jalan yang menerangi setiap sudut, tidak ada GPS yang menunjukkan posisi secara akurat, dan tidak ada layanan darurat yang bisa dihubungi kapan saja. Karena itu, kewaspadaan terhadap lingkungan menjadi sangat penting.

Namun, doa ini juga menunjukkan sesuatu yang lebih dalam. Seorang muslim tetap berikhtiar, tetapi pada saat yang sama menyadari bahwa keselamatan pada akhirnya berada dalam perlindungan Allah.

Berdoa bukan berarti mengabaikan kehati-hatian. Justru keduanya berjalan bersama.

Tetap Relevan untuk Perjalanan Zaman Sekarang
Lantas, apakah doa ini hanya dibaca ketika seseorang benar-benar bermalam di alam terbuka?

Tidak harus.

Dalam konteks perjalanan sekarang, kita mungkin bepergian menggunakan mobil, bus, kereta api, kapal laut, pesawat, bahkan sepeda motor. Jika perjalanan berlangsung hingga malam, doa tersebut tetap dapat diamalkan. Situasi yang kita hadapi memang berbeda dengan masa Rasulullah. Kita tidak sedang tidur di tengah padang pasir dan mungkin tidak perlu mengkhawatirkan ular atau kalajengking.

Tetapi perjalanan tetap memiliki risiko. Kecelakaan, tersesat, cuaca buruk, gangguan di perjalanan, atau berbagai keadaan tak terduga bisa saja terjadi. Karena itu, membaca doa ini dapat menjadi pengingat bahwa perjalanan tidak hanya membutuhkan persiapan secara teknis, tetapi juga ketenangan hati dengan memohon perlindungan Allah.

Tetap cek kendaraan sebelum berangkat. Pastikan kondisi tubuh cukup fit. Gunakan sabuk pengaman atau helm, patuhi aturan lalu lintas, dan pilih transportasi yang aman.

Setelah semua ikhtiar dilakukan, jangan lupa menyerahkan hasilnya kepada Allah. Sebab dalam perjalanan malam, kita mungkin tidak tahu apa yang menunggu beberapa kilometer di depan. Tetapi kita tahu kepada siapa harus meminta perlindungan.

Semoga setiap perjalanan dimudahkan, dijauhkan dari marabahaya, dan sampai ke tujuan dalam keadaan selamat.

 

Foto: Pexels

 

#DoaPerjalanan #DoaBepergian #DoaRasulullah #AmalanHarian #DoaMuslim #IslamicReminder #KajianIslam #MuslimDaily #PerjalananAman #PengingatIslam