Siapa sangka, seorang petugas keamanan yang hanya menjalankan tugas mulia menyelamatkan nyawa pejalan kaki, justru harus menanggung penghinaan yang memilukan. Kisah pilu Vicol Harefa, satpam di Bundaran HI yang menegur pengemudi Alphard penerobos lampu merah, menjadi cermin betapa arogansi dan kesombongan masih merajalela di tengah masyarakat. Ia bukan hanya dimaki dan diintimidasi, tetapi juga dipaksa bersujud di hadapan pengemudi yang melanggar aturan. Ini adalah pelajaran pahit bahwa kekuasaan dan harta seringkali membutakan hati nurani.

Insiden ini bermula ketika Vicol, yang bertugas membantu pejalan kaki menyeberang di Bundaran Hotel Indonesia, melihat sebuah Toyota Alphard menerobos lampu merah di zebra cross . Khawatir akan keselamatan pejalan kaki, ia spontan mengetuk kaca mobil sebagai teguran . Namun, alih-alih mengakui kesalahan, pengemudi dan dua penumpangnya keluar, mendorong Vicol, dan menyeretnya ke Pos Polisi Thamrin dengan membawa nama sebagai "aparat" .

Di pos polisi, nasib Vicol justru berbalik tragis. Kepala pos polisi justru menyalahkannya karena memukul kaca mobil . Merasa mendapat legitimasi, rombongan Alphard semakin menjadi. Mereka mengancam akan melapor ke vendor tempat Vicol bekerja agar ia dipecat . Karena terpojok dan takut kehilangan pekerjaan sebagai anak rantau, Vicol akhirnya menunduk, bersalaman, mencium tangan, hingga bersujud meminta maaf kepada mereka . Ironi yang tak terperi.

Kasus ini mengingatkan kita pada peringatan keras Islam tentang kesombongan. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi" (HR. Muslim). Menganggap diri lebih tinggi, memandang rendah orang lain, apalagi sampai memaksa seseorang bersujud selain kepada Allah, adalah perilaku yang dilaknat. Perbuatan mereka menunjukkan bahwa mereka telah kehilangan adab dan rasa kemanusiaan.

Dikutip dari berbagai sumber, polisi kini menyelidiki kasus ini secara mendalam. Mereka akan memanggil ulang semua pihak, termasuk petugas pos polisi yang memediasi, untuk mengusut dugaan intimidasi dan pemaksaan sujud . Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun membela Vicol dan meminta agar ia tidak dipecat . Dukungan publik mengalir deras, menunjukkan bahwa masyarakat membenci ketidakadilan dan kesombongan . Semoga kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, dan setiap orang harus dihargai tanpa memandang status. Kesombongan hanya akan berujung pada kehinaan di dunia dan akhirat.

 

Foto: Instagram Jabodetabek24info/vicol

#SatpamDipaksaSujud #AlphardTerobosLampuMerah #Arogansi #Kesombongan #IslamMelawanKeangkuhan #Keadilan #SatpamHI #BundaranHI #VicolHarefa #StopIntimidasi