Saksikanlah bagaimana seorang pemuda berusia 19 tahun menunjukkan ketenangan luar biasa di tengah hiruk-pikuk pertandingan final Piala Dunia 2026. Saat rekan-rekan setimnya terlibat kericuhan dengan pemain Argentina, Lamine Yamal justru memilih berlutut dan berdoa. Momen syukur ini menjadi pemandangan yang kontras di tengah perseteruan, dan mengajarkan kita tentang pentingnya mengucapkan rasa syukur dalam setiap pencapaian.

Kemenangan Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026 memang menjadi sorotan dunia. Gol yang diciptakan oleh Ferran Torres pada menit ke-106 membawa Spanyol menjadi juara. Namun, euforia kemenangan itu berubah menjadi ketegangan ketika sejumlah pemain dari kedua tim terlibat adu mulut hingga aksi saling dorong di tengah lapangan. Di saat keributan itu, perhatian publik terbagi dua saat penyerang Spanyol, Lamine Yamal, bertekuk lutut dan berdoa setelah Spanyol dipastikan menang.

Dikutip dari viva.co.id, sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @footyvibesbhub menampilkan Yamal sedang berlutut dan mengangkat tangannya untuk berdoa. "Tuhan yang Utama," tulis dalam akun tersebut. Sikapnya yang tidak terganggu dengan konfrontasi pemain lain saat berdoa mendapat apresiasi dari para fans sepak bola dunia. Ini adalah cerminan dari seorang muslim yang menjaga ketenangan hatinya di tengah situasi yang penuh tekanan dan emosi.

Dalam Islam, mengucapkan rasa syukur atas kesuksesan yang diraih adalah hal yang sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 7, "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'" Sikap Yamal yang langsung bersyukur kepada Allah atas kemenangannya adalah teladan yang sangat baik bagi kita semua.

Nabi Sulaiman AS telah mengajarkan kepada umat muslim untuk selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan kepadanya. Doa syukur beliau tertuang dalam Al-Qur'an Surat An-Naml ayat 19, yang berbunyi:

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

"Rabbi awzi'nii an asykura ni'matakallatii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala shaalihan tardhaahu wa adkhilnii birahmatika fii 'ibaadikash-shaalihiin."

Artinya: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."

Doa ini mengajarkan kita untuk tidak hanya bersyukur atas keberhasilan, tetapi juga memohon agar kita selalu diberikan ilham untuk bersyukur dan melakukan amal saleh. Sikap Lamine Yamal yang berdoa setelah kemenangan adalah bentuk aplikasi dari ajaran ini. Semoga kita semua bisa meneladani sikap syukur Yamal dan selalu mengingat Allah dalam setiap pencapaian kita. Aamiin.

 

Foto: Kolase VIVA/ REUTERS/Claudia Greco/ Instagram @footyvibesbhub

#LamineYamal #DoaSyukur #PialaDunia2026 #SpanyolJuara #DoaNabiSulaiman #SyukurNikmat #KetenanganHati #InspirasiMuslim #KemenanganSpanyol #MomenIbadah