Kembali ke semua artikel
Ciri Orang Kena Sihir, Buya Yahya: Jangan Keliru Bedakan Santet dengan Gangguan Psikologis!
Misteri Mistis 02 July 2026 3 menit baca

Ciri Orang Kena Sihir, Buya Yahya: Jangan Keliru Bedakan Santet dengan Gangguan Psikologis!

Ditulis oleh Subhanhariadi Putra

Fenomena sihir masih menjadi topik yang sering diperbincangkan masyarakat. Tidak sedikit orang yang langsung mengaitkan berbagai masalah hidup dengan dugaan santet atau sihir. Namun, Buya Yahya mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa setiap persoalan merupakan akibat sihir. Sebagaimana dikutip dari penjelasannya, Islam memang mengakui adanya sihir, tetapi tidak semua kejadian dapat dijelaskan dengan alasan tersebut. Ungkap ciri orang terkena sihir, Buya Yahya imbau jangan keliru bedakan santet dengan gangguan psikologis. Ini adalah pesan penting yang sering diabaikan.

Buya Yahya menjelaskan bahwa seseorang yang terkena sihir tidak perlu panik berlebihan. Rasulullah SAW telah mengajarkan berbagai amalan yang dapat menjadi perlindungan. "Terkena sihir itu gampang. Kalau orang terkena sihir, banyak doa-doa yang diajarkan Nabi itu mudah untuk mengurangi sihir dan yakini,” ujar Buya Yahya. Dzikir dan wirid yang dilakukan secara rutin menjadi benteng utama bagi seorang muslim untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai gangguan, termasuk sihir.

Buya Yahya juga menjelaskan bahwa dalam sejarah Islam, Rasulullah SAW pernah mengalami sihir. Namun, kejadian tersebut tidak memengaruhi wahyu maupun tugas kerasulan. "Nabi kena sihir tapi gak mempengaruhi urusan perwahyuan. Sama kalau Anda kena sihir bisa saja pusing dan sebagainya sesaat atau apa, tapi enggak akan berlarut kalau Anda punya dzikir yang rutin,” ujarnya. Ini adalah pengingat bahwa kekuatan dzikir jauh lebih besar daripada sihir.

Salah satu hal yang paling ditekankan Buya Yahya adalah pentingnya membedakan antara dugaan sihir dengan gangguan kesehatan mental. Menurutnya, banyak orang justru salah mendiagnosis kondisi psikologis sebagai akibat santet atau gangguan makhluk halus. "Sekarang itu yang sering difitnah itu tukang sihir juga sering kefitnah. Dia punya permasalahan mental. Masalah psikologi,” kata Buya. Ini adalah poin yang sangat penting. Jangan sampai kita mengabaikan kesehatan mental hanya karena terlalu fokus pada hal-hal gaib.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 102, “...Padahal mereka (setan) tidak membahayakan seseorang dengan sihir itu, kecuali dengan izin Allah.” Sihir memang nyata, tetapi tidak bisa lepas dari izin Allah. Seorang muslim harus tetap bertawakal dan tidak takut berlebihan. Yang lebih penting adalah memperbaiki hubungan dengan Allah melalui dzikir dan doa. Jika ada masalah kesehatan mental, segera konsultasikan dengan psikolog atau psikiater. "Datanglah kepada ahlinya, pakar psikolog. Bisa jadi betul dia punya masalah berat dan ini itu bukan langsung sihir,” katanya lagi.

Fenomena masyarakat yang terlalu cepat menyimpulkan "santet" seringkali membuat mereka lari ke dukun atau paranormal. Ini adalah kesalahan besar. Islam telah memberikan solusi yang jelas: ruqyah syar'iyah, dzikir, dan doa. Jangan pernah mencari pertolongan kepada selain Allah. Jika ada gangguan psikologis, tangani secara medis. Kombinasi antara pengobatan medis dan spiritual adalah yang terbaik.

Kesimpulannya, jangan keliru membedakan sihir dengan gangguan psikologis. "Nabi kena sihir tapi gak mempengaruhi urusan perwahyuan.” Perkuat dzikir, perbanyak doa, dan jika perlu konsultasi dengan ahli. Semoga Allah melindungi kita dari segala gangguan. Wallahu a'lam.

#BuyaYahya #Sihir #Santet #GangguanPsikologis #Dzikir #Ruqyah #PerlindunganAllah #KesehatanMental #Islam #JanganSalahKaprah

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua