Kembali ke semua artikel
Doa Saat Marah Meledak, Amalkan Ini Agar Hati Kembali Tenang!
Doa-doa Tematis 02 July 2026 3 menit baca

Doa Saat Marah Meledak, Amalkan Ini Agar Hati Kembali Tenang!

Ditulis oleh Subhanhariadi Putra

Marah adalah emosi yang wajar. Namun, jika tidak dikendalikan, amarah bisa meledak dan menghancurkan hubungan, bahkan menyesatkan dari jalan Allah. Sebagaimana dikutip dari ajaran Islam, ada doa dan cara-cara ampuh untuk meredakan amarah. Redam api amarah dengan amalkan doa dan cara mengendalikannya agar hati kembali tenang. Ini adalah senjata bagi setiap muslim untuk menghadapi kemarahan.

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW saat marah adalah:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A'udzu billahi minasy syaithanir rajim.

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."

Doa ini adalah tameng utama. Ketika amarah meluap, bisikan setan sedang menguasai diri. Dengan membaca ta'awudz, kita mengusir setan dan memohon pertolongan Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api. Jika salah seorang di antara kalian marah, hendaklah ia berwudhu.” (HR. Abu Dawud). Wudhu adalah cara fisik untuk meredakan panasnya amarah.

Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 134, “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” Menahan amarah adalah ciri orang bertakwa. Allah menyukai mereka yang mampu mengendalikan diri saat marah. Ini adalah latihan spiritual yang sangat mulia.

Rasulullah SAW memberikan beberapa cara praktis untuk mengendalikan marah:

Membaca ta'awudz (A'udzu billahi minasy syaithanir rajim).
Berwudhu atau mandi jika memungkinkan.
Mengubah posisi. Jika berdiri, duduklah. Jika duduk, berbaringlah.
Diam. Jangan berbicara saat marah karena kata-kata yang keluar bisa menyakitkan dan tidak terkendali.
Mengingat pahala menahan marah. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal dia mampu untuk melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud).
Fenomena marah yang meledak-ledak sering terjadi di masyarakat. Banyak orang yang menyesal setelah marah, tetapi sudah terlanjur menyakiti orang lain. Anak-anak menjadi trauma, istri terluka, hubungan bisnis hancur. Semua itu adalah akibat dari amarah yang tidak terkendali. Doa dan cara-cara di atas adalah solusi yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Jangan biarkan setan menguasai diri kita.

Kesimpulannya, marah itu manusiawi, tetapi mengendalikannya adalah keimanan. “A'udzu billahi minasy syaithanir rajim.” Amalkan doa ini dan ikuti petunjuk Rasulullah. Semoga Allah melindungi kita dari bahaya amarah dan menjadikan kita orang-orang yang sabar dan pemaaf. Wallahu a'lam.

#DoaMarah #KendalikanAmarah #RedamEmosi #Ta'awudz #Wudhu #Sabar #Pemaaf #Rasulullah #Islam #KetenanganHati

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua