Kembali ke semua artikel
Prabowo Launching B50, Indonesia Tak Impor Solar Lagi. Inikah Program Visioner?
Berita Terkini 26 June 2026 3 menit baca

Prabowo Launching B50, Indonesia Tak Impor Solar Lagi. Inikah Program Visioner?

Ditulis oleh Subhanhariadi Putra

Indonesia akan segera mencapai cita-cita swasembada energi. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan peluncuran B50, bahan bakar dengan campuran 50 persen biodiesel dari kelapa sawit dan 50 persen solar. Sebagaimana dikutip dari pernyataannya, peluncuran akan dilakukan pada Juli 2026. Pemimpin yang hebat adalah yang visioner dan berani menyelenggarakan program yang kurang populer tapi bisa menguntungkan rakyat dan negara dalam jangka panjang. Prabowo optimis Indonesia tidak akan impor solar lagi dalam 3-4 tahun ke depan.

“Bulan Juli ini, berapa hari lagi, kita akan launching B50. B50 solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri saudara-saudara sekalian. Dan kita akan menghemat banyak sekali,” ucap Prabowo. Ini adalah langkah berani dan visioner. Mengurangi ketergantungan pada impor energi adalah kunci kemandirian bangsa. Dengan B50, Indonesia akan menghemat devisa dan menciptakan lapangan kerja di sektor perkebunan sawit.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 60, “Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka dengan kekuatan apa saja yang kamu mampu.” Kemandirian energi adalah bagian dari kekuatan bangsa. Dengan tidak bergantung pada impor solar, Indonesia tidak akan mudah terpengaruh oleh fluktuasi harga minyak dunia dan tekanan politik luar negeri. Ini adalah bentuk ketahanan nasional yang sangat strategis. Prabowo menunjukkan bahwa ia adalah pemimpin yang berpikir jangka panjang.

Fenomena ketergantungan pada impor energi sering membuat Indonesia rentan terhadap krisis. Harga BBM naik, inflasi melonjak, dan rakyat kecil yang menderita. Prabowo mematahkan pola itu dengan mendorong penggunaan energi terbarukan. B50 adalah solusi yang cerdas. Mengolah kelapa sawit menjadi solar adalah nilai tambah yang luar biasa. Indonesia tidak perlu lagi mengimpor solar, tetapi justru bisa mengekspor produk turunan sawit.

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah.” (HR. Muslim). Kemandirian energi adalah wujud kekuatan. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang tidak mudah diintervensi oleh negara lain. Dengan B50, Indonesia menunjukkan bahwa kita mampu berdiri di atas kaki sendiri. Ini adalah kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Program B50 memang membutuhkan keberanian. Ada yang khawatir dengan dampak pada harga sawit, ada yang khawatir dengan teknologi. Namun, Prabowo tidak gentar. Ia yakin bahwa dengan perencanaan yang matang, B50 akan sukses. Ini adalah contoh kepemimpinan yang tidak populis, tetapi visioner. Ia lebih memilih kebijakan yang menguntungkan jangka panjang daripada kebijakan yang populer jangka pendek.

Kesimpulannya, peluncuran B50 adalah langkah maju yang sangat signifikan. “Kita akan menuju swasembada BBM, swasembada energi saudara-saudara sekalian.” Dukung program B50 dan doakan kesuksesannya. Semoga Indonesia segera menjadi negara yang mandiri energi dan tidak lagi bergantung pada impor. Prabowo adalah pemimpin yang visioner dan berani!

 

Foto: YouTube Sekretariat Presiden

#Prabowo #B50 #SwasembadaEnergi #Biodiesel #KelapaSawit #EnergiTerbarukan #Kemandirian #Ekonomi #Visioner #IndonesiaMaju

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua