Kembali ke semua artikel
Sejarah Tahun Baru Islam, Bermula dari Hijrah Rasulullah ke Madinah!
Muharam & Tahun Baru Islam 16 June 2026 4 menit baca

Sejarah Tahun Baru Islam, Bermula dari Hijrah Rasulullah ke Madinah!

Ditulis oleh Subhanhariadi Putra

Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H memiliki sejarah panjang yang jarang diketahui. Banyak yang mengira kalender Hijriah sudah digunakan sejak zaman Rasulullah SAW. Sebagaimana dikutip dari Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari, penetapan awal tahun baru Islam justru terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA. Sejarah tahun baru Islam bermula dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Inilah akar dari kalender yang kita gunakan hingga hari ini.

Sebelum kalender Hijriah ditetapkan, umat Islam belum memiliki sistem penanggalan resmi. Pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, para sahabat berkumpul untuk bermusyawarah. Setidaknya ada empat opsi yang diperhatikan: waktu kelahiran Nabi (maulid), waktu pengangkatan kenabian, waktu hijrah ke Madinah, dan waktu wafat Nabi. Bagi sebagian sahabat, waktu hijrah lebih pasti dalam ingatan mereka. Sedangkan waktu kelahiran dan pengangkatan kenabian diperselisihkan di kalangan sahabat. Adapun waktu wafat Nabi dihindari karena hanya melahirkan kesedihan.

Pilihan akhir jatuh pada peristiwa hijrah. Dasar utama penetapan ini adalah firman Allah dalam Surat At-Taubah ayat 108: “Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama (awwali yawmin).” Kata “awwali yawmin” dimaknai sebagai hari pertama kemuliaan Islam, hari di mana Nabi Muhammad SAW beribadah dengan rasa aman, dan hari di mana Rasulullah dan umat Islam membangun pertama kali sebuah masjid sebagai rumah ibadah. Peristiwa inilah yang menjadi awal mula penanggalan kalender tahun baru Islam.

Sahal bin Sa'ad meriwayatkan, “Para sahabat tidak menghitung hari kenabian atau hari wafatnya sebagai awal tahun baru Islam. Mereka menghitung dari hari Nabi Muhammad SAW tiba di Kota Madinah.” (HR. Bukhari). Ini adalah kesepakatan yang sangat kuat. Al-Hakim juga mengoreksi pendapat keliru yang menyebut bahwa penetapan didasarkan pada tahun wafatnya Nabi. Yang benar adalah, para sahabat justru menghitung sejak tahun kedatangan Nabi di Madinah.

Mengapa bulan Muharram yang dipilih sebagai awal tahun, bukan bulan Rabiul Awwal (bulan kedatangan Nabi di Madinah)? Para sahabat bertekad bulat ('azam) untuk berhijrah pada bulan Muharram. Baiat atau perjanjian untuk berhijrah terjadi pada pertengahan Dzulhijjah, yang menjadi pendahuluan hijrah. Sedangkan bulan (hilal) pertama yang tampak setelah baiat dan tekad untuk berhijrah jatuh pada bulan Muharram. Jadi, Muharram cukup relevan dijadikan awal tahun baru Islam. Bulan inilah yang menjadi penanda dimulainya perjuangan baru.

Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 36, “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” Bulan Muharram adalah salah satu bulan haram yang dimuliakan. Dengan menjadikannya sebagai awal tahun, umat Islam diajak untuk memulai setiap tahun dengan semangat hijrah: meninggalkan kemaksiatan menuju ketaatan, meninggalkan kemalasan menuju produktivitas, dan meninggalkan perpecahan menuju persatuan.

Fenomena yang sering terjadi adalah banyak umat Islam yang merayakan 1 Muharram dengan pesta kembang api dan konvoi motor, tetapi mereka lupa dengan esensi hijrah. Padahal, tahun baru Islam adalah momentum untuk meninggalkan kebiasaan buruk. Jangan sampai kita hanya berganti angka, tetapi karakter dan perilaku tidak berubah. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.” (HR. Tirmidzi).

Kesimpulannya, sejarah tahun baru Islam adalah sejarah perjuangan. Para sahabat memilih hijrah sebagai patokan karena hijrah adalah titik balik peradaban Islam. Maka, sambutlah Muharram dengan semangat hijrah: berhijrah dari zona nyaman menuju tantangan, dari konsumtif menuju produktif, dan dari maksiat menuju taat. Selamat Tahun Baru Islam 1448 H, jadikan momen ini sebagai awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Wallahu a'lam.

#SejarahTahunBaruIslam #1Muharram #PeristiwaHijrah #UmarBinKhattab #KalenderHijriah #FathulBari #IbnuHajar #SuratAtTaubah #Madinah #MomentumHijrah

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua