Kembali ke semua artikel
KDM Targetkan Seminggu, Palang Pintu Kereta Bekasi Selesai! Ini Pemimpin Gerak Cepat
Berita Terkini 29 April 2026 4 menit baca

KDM Targetkan Seminggu, Palang Pintu Kereta Bekasi Selesai! Ini Pemimpin Gerak Cepat

Ditulis oleh Subhanhariadi Putra

Satu minggu. Itu batas waktu yang diberikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada Wali Kota Bekasi untuk memasang palang pintu di seluruh perlintasan sebidang kereta api. Sebagaimana dikutip dari tvonenews.com, usai kecelakaan maut yang merenggut nyawa, KDM tidak mau mendengar alasan klasik seperti anggaran terbatas atau koordinasi rumit. Perintahnya bersih dan lurus: seminggu, palang pintu harus terpasang. Dan yang lebih penting lagi, beliau dengan berani menyatakan tidak boleh lagi ada ormas atau preman yang menguasai fasilitas publik di perlintasan kereta. Ini bukan sekadar instruksi biasa. Ini adalah model kepemimpinan yang luar biasa cekatan.

Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 133, “Dan bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” Kata “bersegeralah” menunjukkan bahwa dalam setiap kebaikan, termasuk memperbaiki fasilitas yang menyelamatkan nyawa, umat Islam dituntut untuk bergerak cepat. KDM menerapkan prinsip ini secara literal. Tidak ada penundaan. Tidak ada rapat panjang. Karena setiap hari tanpa palang pintu, kereta dan kendaraan bermain tarik-ulur nyawa di perlintasan.

Yang membuat langkah KDM ini semakin tegas adalah pernyataannya tentang pemberantasan ormas preman yang selama ini menguasai palang pintu. Fenomena ini adalah rahasia umum. Ada kelompok-kelompok yang mematok lahan di sekitar rel, memungut uang dari pengendara, atau bahkan mengatur buka-tutup palang pintu tidak sesuai prosedur. Akibatnya, sistem pengamanan kereta kacau, dan celah itulah yang memicu kecelakaan. Dalam perspektif Islam, mereka ini adalah mufsidun (para pembuat kerusakan). Allah berfirman, “Apabila dia berpaling (dari kebenaran), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di muka bumi, serta merusak tanam-tanaman dan keturunan. Allah tidak menyukai kerusakan” (QS. Al-Baqarah: 205).

KDM memberikan contoh kepemimpinan yang jarang dimiliki pemimpin lain: keberanian untuk menyentuh sarang preman atas nama keselamatan rakyat. Banyak pemimpin yang tahu persis bahwa ada preman di terminal, di pasar, di perlintasan kereta, tapi mereka pura-pura buta karena takut atau karena ikut menikmati hasil pungli. Dalam sejarah Islam, Khalifah Umar bin Khattab adalah contoh pemimpin yang tidak pernah takut pada preman atau mafia. Beliau memecat gubernur yang lalai, memukul dengan tangannya sendiri para pedagang curang, dan berjalan di malam hari untuk memastikan tidak ada yang berbuat zalim. Itulah pemimpin yang menjadikan keselamatan rakyat sebagai prioritas.

Fakta menarik lainnya adalah batas waktu satu minggu yang diberikan KDM dan disanggupi oleh Wali Kota Bekasi. Ini adalah permainan psikologis yang brilian. Dengan target pendek, seluruh birokrasi akan bergerak cepat. Tidak ada ruang untuk bertele-tele. Pola ini juga dicontohkan Nabi SAW ketika membangun masjid Quba di Madinah. Beliau sendiri ikut mengangkat batu dan mempersingkat waktu pembangunan. Masjid yang menjadi simbol persatuan itu selesai hanya dalam beberapa hari. KDM paham bahwa infrastruktur keselamatan publik tidak bisa menunggu prosedur tahunan.

Apa yang bisa kita petik dari langkah KDM? Pertama, jadikan setiap musibah sebagai momentum untuk perubahan permanen. Jangan hanya sekadar berduka cita. Kedua, berani memutus rantai premanisme yang mengancam keselamatan umum. Ketiga, gunakan target waktu yang ekstrem untuk memaksa birokrasi bertindak. Keempat, libatkan aparat keamanan langsung, bukan pihak ketiga yang rawan preman.

Masyarakat juga punya peran. Jangan izinkan lagi preman beraksi di perlintasan kereta. Laporkan jika ada yang meminta pungli. Rekam dan sebarkan. Dalam Islam, melaporkan kemungkaran termasuk dalam amar ma’ruf nahi munkar. Nabi SAW bersabda, “Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya” (HR. Muslim). Melapor adalah bagian dari mengubah dengan lisan.

Wallahu a’lam, semoga instruksi KDM ini menjadi pilot project bagi seluruh Indonesia. Karena bukan hanya Bekasi yang punya perlintasan sebidang berbahaya. Ribuan titik di pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi juga mengancam nyawa. Jika setiap kepala daerah bergerak secepat KDM, maka insiden kereta tabrakan mobil atau truk bisa kita tekan drastis. Keselamatan rakyat tidak bisa ditawar. Satu minggu, palang pintu. Biar rakyat yang menilai.

#KDMGerakCepat #TargetSeminggu #PalangPintuKereta #BekasiDarurat #StopPremanPerlintasan #KeselamatanRakyat #PemimpinCekatan #PemberantasanPreman #InfrastrukturAman #TeladanKepemimpinan

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua