KKB Tembak 2 Warga Sipil Yahukimo, Ini Darah Rakyat! Pemimpin Wajib Ganyang OPM Sampai Tuntas
Bayangkan Anda sedang bekerja di kebun atau berjalan ke pasar, lalu tiba-tiba sekelompok orang bersenjata muncul dan menembak tanpa ampun. Inilah yang terjadi di Yahukimo, Papua. Sebagaimana dikutip dari viva.co.id, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah. Dua warga sipil menjadi sasaran tembak. Mereka tidak membawa senjata, tidak terlibat konflik, hanya rakyat biasa yang mencari nafkah. Tapi nyawa mereka dianggap murah oleh kelompok yang haus kekacauan. Darah rakyat ini harus berbicara. Pemimpin sejati wajib bertindak di luar batas: ganyang sampai tuntas, jangan ada yang tersisa.
Islam memberikan landasan yang sangat kuat untuk memberantas kekerasan terhadap warga sipil. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya, kecuali dengan alasan yang benar” (QS. Al-An’am: 151). KKB membunuh tanpa alasan yang benar. Mereka bukan pejuang, bukan gerakan pembebasan, tapi perampok dan pembunuh yang mengatasnamakan apapun. Mereka mengganggu keamanan dan kenyamanan warga Papua yang sudah hidup damai. Imam Al-Mawardi dalam kitab Al-Ahkam As-Sulthaniyyah menegaskan bahwa pemimpin wajib memerangi setiap kelompok yang merusak keamanan umum, meskipun mereka mengaku memiliki tujuan politik.
Yang membuat peristiwa Yahukimo ini sangat keji adalah korbannya adalah warga sipil tak berdosa. Bukan aparat, bukan tentara, tapi warga biasa yang mungkin saat itu sedang memikirkan anak istri di rumah. Dalam perspektif Islam, menembak warga sipil dalam kondisi tidak perang terbuka adalah tindakan hirabah (pemberontakan bersenjata) tingkat berat. Hukuman untuk pelaku hirabah dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 33 sangat keras: dibunuh, disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka. Ini menunjukkan betapa Islam tidak main-main dengan keamanan publik.
Sudah berapa kali KKB beraksi? Puluhan kali, bahkan ratusan. Mereka membakar sekolah, menembak guru, menyerang sopir, membantai keluarga. Setiap kali kejadian, selalu ada pernyataan dari pemerintah: akan dikejar, akan ditindak. Tapi eksekusinya seringkali setengah hati. Apakah karena medan yang sulit? Apakah karena ada aktor di belakang? Rakyat Papua lelah mendengar janji. Mereka ingin aksi nyata. Pemimpin yang sejati adalah yang tidak hanya tegas di atas kertas, tapi tuntas di lapangan.
Dalam sejarah Islam, Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq memerangi kaum murtad dan nabi palsu dengan sangat tegas. Meskipun banyak sahabat yang meragukan keputusannya, beliau tidak mundur. Beliau berkata, “Demi Allah, aku akan memerangi siapa pun yang memisahkan antara shalat dan zakat.” Artinya, beliau tidak mentolerir sedikit pun gangguan terhadap ketertiban dan keimanan masyarakat. Begitu juga dengan KKB, jangan ada toleransi. Mereka yang membunuh warga sipil harus diburu sampai ke sarang mana pun.
Yang unik dan jarang diangkat adalah bahwa dalam Islam, membiarkan kelompok bersenjata berkeliaran dan membunuh warga sipil adalah dosa kolektif bagi yang berkuasa. Rasulullah SAW bersabda, “Seorang pemimpin yang diberi wewenang oleh Allah untuk mengurus urusan rakyat, lalu ia mati dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, maka Allah haramkan surga baginya” (HR. Bukhari & Muslim). Diamnya pemimpin melihat KKB membunuh rakyatnya adalah bentuk kecurangan yang sangat fatal. KKB harus dimusnahkan secara fisik. Tidak ada perundingan dengan pembunuh.
Masyarakat juga punya peran. Dukung aparat. Berikan informasi intelijen. Jangan lindungi KKB karena tekanan atau ketakutan. Ingatlah bahwa KKB juga sering memeras dan mengintimidasi warga sendiri. Mereka bukan pahlawan, mereka penjahat biasa dengan senjata laras panjang. Allah berfirman, “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim, nanti kamu akan disentuh api neraka” (QS. Hud: 113). Mendukung KKB, baik dengan diam atau memberi informasi, berarti cenderung pada kezaliman.
Mari kita serukan: Pemimpin Indonesia, khususnya Presiden dan Panglima TNI, turunkan pasukan terbaik. Gunakan drone, gunakan intelijen super, gunakan strategi perang gerilya modern. Jangan biarkan KKB terus membunuh. Satu nyawa rakyat setara dengan seluruh dunia. Jika kita lalai, maka kita semua ikut berdosa. Sudah saatnya Papua benar-benar aman. Ganyang KKB sampai tuntas, jangan sisakan satu pun yang masih memegang senjata melawan warga sipil.
Foto: Asia Times
#KKBYahukimo #PapuaDarurat #TembakWargaSipil #GanyangKKB #PemimpinWajibTegas #Hirabah #KKBOpmTeror #KeamananPapua #DaruratHakAsasi #MusnahkanSampaiTuntas