Doa Bersama untuk Kalbar Aman Damai dan Berkah [Episode 1]
Subhanhariadi Putra
7 jam yang lalu
VIVA - Serangan kembali menyasar terminal penumpang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026). Insiden ini terjadi sehari setelah serangan sebelumnya menewaskan sedikitnya 12 orang, termasuk seorang warga negara Amerika Serikat, serta menyebabkan ratusan orang lainnya terluka. Otoritas Arab Saudi melaporkan, serangan terbaru di area Terminal 3 dan 4 yang melayani penerbangan domestik tersebut menewaskan seorang warga negara Pakistan dan melukai 11 orang lainnya. Para korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Menyikapi situasi keamanan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengeluarkan imbauan bagi jemaah umrah Indonesia, baik yang saat ini berada di Arab Saudi maupun yang masih menunggu jadwal keberangkatan dari Tanah Air. Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, meminta jemaah yang masih berada di Arab Saudi untuk terus menjalin komunikasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Jemaah juga diminta memantau perkembangan informasi perjalanan dan mematuhi petunjuk keselamatan yang dikeluarkan otoritas setempat. Ichsan menegaskan, penyelenggara perjalanan umrah perlu memastikan kondisi seluruh jemaah tetap terpantau serta menyampaikan perkembangan situasi dan informasi penting secara berkala. Sementara itu, jemaah yang belum berangkat diimbau untuk mengikuti perkembangan situasi melalui saluran resmi. Mereka juga diminta berkoordinasi dengan PPIU guna memastikan jadwal keberangkatan, status penerbangan, serta kesiapan perjalanan sebelum menuju Arab Saudi. Kemenhaj mengingatkan jemaah agar tidak terburu-buru mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terkonfirmasi. Jika terdapat perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan, jemaah diminta meminta penjelasan langsung kepada penyelenggara dan mengikuti arahan pemerintah.
#houthi #saudiarabia #umrah #vivanewsdaily