Tuwailah Binti Aslam, Perempuan yang Tak Pernah Dilupakan Rasulullah
Tidak semua tokoh dalam sejarah Islam memiliki kisah panjang. Ada yang hanya muncul dalam beberapa riwayat, tetapi jejak kebaikannya terus dikenang hingga kini. Salah satunya adalah Tuwailah binti Aslam, seorang perempuan yang mendapat kemuliaan karena pernah menyusui Nabi Muhammad saw. saat beliau masih bayi.
Nama Tuwailah memang tidak setenar Sayyidah Khadijah, Aisyah, atau Halimah As Sa'diyah. Namun, perannya menjadi bagian dari perjalanan awal kehidupan Rasulullah membuat namanya tetap tercatat dalam kitab kitab sirah dan hadis.
Menurut Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Al Ishabah fi Tamyiz Ash Shahabah, Tuwailah binti Aslam merupakan budak milik Abu Lahab, paman Rasulullah. Meski berstatus budak, Allah Swt. memilihnya menjadi salah seorang perempuan yang memberikan air susu kepada Nabi Muhammad saw. sebelum beliau diasuh oleh Halimah As Sa'diyah dari Bani Sa'ad.
Riwayat yang juga disebutkan oleh Imam Ibnu Sa'ad dalam Ath Thabaqat Al Kubra menjelaskan bahwa Tuwailah tidak hanya menyusui Rasulullah. Ia juga menyusui Hamzah bin Abdul Muthalib dan Abu Salamah. Karena itu, ketiganya menjadi saudara sesusuan.
Dalam Islam, hubungan sesusuan memiliki konsekuensi hukum yang jelas. Allah Swt. berfirman: "Diharamkan atas kamu menikahi ibu ibumu yang menyusui kamu dan saudara perempuan sepersusuan." (QS. An Nisa: 23)
Ayat ini menjadi dasar bahwa hubungan persaudaraan karena penyusuan memiliki kedudukan yang kuat dalam syariat. Ikatan tersebut memengaruhi hukum pernikahan sebagaimana hubungan keluarga kandung.
Meski hanya menyusui Rasulullah dalam waktu yang singkat, jasa Tuwailah tidak pernah dilupakan. Setelah diangkat menjadi nabi, Rasulullah saw. tetap menunjukkan penghormatan kepada perempuan yang pernah merawatnya di masa bayi.
Dalam sejumlah riwayat sejarah disebutkan bahwa Rasulullah kerap mengirimkan pakaian dan berbagai hadiah kepada Tuwailah sebagai bentuk penghargaan. Sikap ini menjadi bukti bahwa beliau tidak pernah melupakan sekecil apa pun kebaikan yang pernah diterima.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Rasulullah merupakan teladan terbaik dalam menjaga hubungan baik dengan orang yang pernah berjasa. "Akhlak Nabi itu tidak pernah melupakan kebaikan orang lain. Siapa yang pernah berjasa kepada beliau, akan selalu beliau hormati," pesan UAH.
Pesan tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah saw.: "Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Hadis ini mengajarkan bahwa rasa syukur kepada Allah harus tercermin melalui penghargaan kepada sesama manusia. Mengingat jasa orang lain bukan sekadar sopan santun, tetapi bagian dari akhlak seorang muslim.
Nama Tuwailah juga dikenal melalui kisah Abu Lahab. Dalam riwayat yang diriwayatkan Imam Al Bukhari secara mu'allaq dan dijelaskan para ulama, Tuwailah menyampaikan kabar kelahiran Nabi Muhammad kepada Abu Lahab. Mendengar kabar tersebut, Abu Lahab dikisahkan begitu gembira hingga membebaskan Tuwailah.
Namun, para ulama seperti Imam An Nawawi dan Ibnu Hajar menjelaskan bahwa riwayat tentang keringanan azab Abu Lahab karena kegembiraan itu tidak dapat dijadikan landasan hukum. Kisah tersebut lebih dipahami sebagai bagian dari riwayat sejarah, bukan dalil syariat. Karena itu, umat Islam perlu membedakan antara nilai sejarah dan dasar penetapan hukum agama.
Kisah Tuwailah menyampaikan pesan penting bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh kedudukan sosial. Ia hanyalah seorang budak. Namun, Allah Swt. mengabadikan namanya dalam sejarah karena ketulusan dan perannya pada masa awal kehidupan Nabi Muhammad saw.
Imam Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah juga menunjukkan bahwa banyak orang sederhana yang justru memperoleh kedudukan tinggi di sisi Allah karena amal saleh dan keikhlasan mereka.
Ada pelajaran lain yang relevan untuk kehidupan muslim saat ini. Banyak orang mudah melupakan bantuan yang pernah diterima setelah hidupnya menjadi lebih baik. Rasulullah justru memberikan contoh sebaliknya. Semakin tinggi kedudukan beliau, semakin besar penghormatan kepada orang yang pernah berjasa.
Sikap ini layak menjadi teladan di tengah kehidupan modern yang sering mengukur seseorang dari jabatan, kekayaan, atau popularitas. Islam mengajarkan agar hubungan antarmanusia dibangun di atas rasa syukur, penghormatan, dan kesetiaan mengingat kebaikan.
Tuwailah binti Aslam mungkin hanya disebut dalam beberapa halaman sejarah. Namun, namanya tetap hidup karena menjadi saksi awal perjalanan manusia terbaik sepanjang zaman. Dari dirinya, kita belajar bahwa satu kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dapat meninggalkan jejak yang jauh lebih panjang daripada usia seseorang.
Foto: Pexels
#TuwailahBintiAslam #Rasulullah #SirahNabawiyah #Sahabiyah #Islam #AkhlakMuslim #SejarahIslam #MuslimMillennial #Hijrah #GoogleDiscover