Ingin Anak Berakhlak Baik, Aa Gym Minta Orang Tua Lakukan Ini
Setiap orang tua tentu ingin memiliki anak yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
Namun, di tengah derasnya pengaruh media sosial, pergaulan, dan perkembangan teknologi, mendidik anak menjadi pribadi yang santun bukan perkara mudah.
Pengasuhan tidak cukup hanya dengan memberi nasihat. Anak justru lebih banyak belajar dari apa yang ia lihat setiap hari.
KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym mengingatkan bahwa akhlak anak tidak lahir secara instan.
Menurutnya, pendidikan karakter dimulai dari kualitas diri orang tua. Sebelum sibuk memperbaiki anak, orang tua perlu lebih dahulu memperbaiki dirinya sendiri.
"Anak tidak akan banyak mendengar apa yang kita katakan, tetapi akan meniru apa yang kita lakukan," demikian pesan Aa Gym tentang pendidikan keluarga.
Pesan tersebut sejalan dengan hasil penelitian psikologi perkembangan yang menunjukkan bahwa anak belajar melalui proses observasi atau mencontoh perilaku orang-orang terdekatnya.
Karena itu, teladan menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter.
Lalu, bagaimana cara mendidik anak agar berakhlak baik menurut Aa Gym?
Pertama, mulai dari memperbaiki diri sendiri.
Aa Gym menegaskan, orang tua adalah sekolah pertama bagi anak. Jika ayah dan ibu terbiasa berkata jujur, menjaga salat, menghormati orang lain, serta mampu mengendalikan emosi, anak akan lebih mudah menyerap kebiasaan tersebut.
Sebaliknya, sulit mengharapkan anak berbicara santun jika setiap hari menyaksikan orang tuanya gemar membentak atau berkata kasar.
Dalam Islam, Rasulullah saw. merupakan teladan terbaik dalam membangun akhlak. Allah Swt. berfirman:
"Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagimu." (QS. Al Ahzab: 21).
Ayat ini menjadi pengingat bahwa pendidikan paling efektif adalah keteladanan.
Kedua, jangan hanya menyuruh, tetapi ajak bersama.
Menurut Aa Gym, anak akan lebih mudah menerima ajakan daripada perintah yang terus-menerus. Misalnya, daripada hanya mengatakan, "Salat sana!", orang tua lebih baik mengajak anak salat berjemaah.
Begitu pula ketika mengajarkan sedekah, membaca Al-Qur'an, atau membantu tetangga. Anak akan merasakan bahwa ibadah adalah aktivitas yang menyenangkan jika dilakukan bersama keluarga.
Ketiga, jaga lisan di depan anak.
Aa Gym sering mengingatkan bahwa setiap ucapan orang tua akan direkam oleh anak. Kata-kata kasar, ghibah, umpatan, atau kebiasaan mencela orang lain perlahan bisa dianggap sebagai hal yang biasa.
Padahal Rasulullah saw. bersabda: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini berlaku untuk semua, termasuk ketika berbicara di hadapan anak.
Keempat, perbanyak doa untuk anak.
Ikhtiar mendidik anak harus dibarengi doa. Aa Gym mengingatkan bahwa hati manusia berada dalam genggaman Allah Swt.
Karena itu, orang tua hendaknya tidak hanya sibuk mengatur perilaku anak, tetapi juga memohon agar Allah membimbing hati mereka.
Salah satu doa yang dianjurkan terdapat dalam Al-Qur'an:
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati..." (QS. Al Furqan: 74).
Doa ini bukan sekadar harapan, tetapi juga pengingat bahwa pendidikan anak membutuhkan pertolongan Allah Swt.
Kelima, jangan lelah membangun suasana rumah yang penuh kasih sayang.
Menurut Aa Gym, rumah yang dipenuhi kemarahan akan membuat anak tumbuh dengan rasa takut atau memberontak.
Sebaliknya, rumah yang menghadirkan kasih sayang akan menjadi tempat terbaik bagi anak belajar menghormati orang lain.
Kasih sayang bukan berarti memanjakan. Orang tua tetap perlu memberikan batasan dan disiplin, tetapi dilakukan dengan cara yang bijaksana, bukan dengan luapan emosi.
Pandangan ini juga selaras dengan teladan Rasulullah saw. yang dikenal sangat lembut kepada anak-anak.
Beliau tidak segan menggendong cucunya, bercanda dengan mereka, bahkan memperlakukan anak kecil dengan penuh penghormatan.
Akhlak mulia bukan dibentuk dalam satu malam. Ia lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang setiap hari.
Saat anak melihat orang tuanya meminta maaf ketika bersalah, mengucapkan terima kasih, menepati janji, serta menjaga salat dan kejujuran, saat itulah pendidikan karakter sedang berlangsung tanpa perlu banyak ceramah.
Aa Gym mengingatkan bahwa orang tua tidak perlu mengejar kesempurnaan. Yang jauh lebih penting adalah terus memperbaiki diri.
Sebab, perubahan pada orang tua sering kali menjadi awal perubahan pada anak. Ketika rumah dipenuhi keteladanan, doa, dan kasih sayang, peluang anak tumbuh menjadi pribadi berakhlak baik pun akan semakin besar.
Foto: Pexels
#AaGym #ParentingIslam #AkhlakAnak #PendidikanAnak #TipsParenting #KeluargaMuslim #Islam #OrangTua #AkhlakMulia #InspirasiIslam