Kembali ke semua artikel
Kenali Red Flags Toxic Relationship Sebelum Terperangkap
Gaya Hidup Halal 24 June 2026 3 menit baca

Kenali Red Flags Toxic Relationship Sebelum Terperangkap

Ditulis oleh Ovi Shofianur

Apakah kamu salah satu yang merasa ‘lelah’ setelah mengobrol langsung maupun via online chat dengan seseorang? Padahal kesan pertama saat kamu mengenalnya, seseorang itu memiliki kriteria yang cocok sebagai calon imam yang baik.

Namun setelah mengenalnya lebih jauh, kamu semakin merasa ‘lelah’. Bukan lelah fisik karena habis olahraga, melainkan lelah mental yang bikin dada rasanya sesak. Kalau kamu sering merasa cemas, serba salah, atau merasa harus selalu "berjalan di atas kulit telur" agar dia tidak marah, bisa jadi kamu sedang terjebak dalam toxic relationship. Hubungan beracun ini sering kali berkedok rasa cinta yang besar, padahal aslinya perlahan-lahan mengikis rasa percaya diri kita.

Anak muda zaman sekarang sering mengabaikan tanda-tanda awal hubungan yang tidak sehat. Kita sering memaklumi perilaku pasangan yang kasar atau manipulatif dengan alasan "dia cuma lagi sensitif" atau "dia protektif karena sayang". 

Padahal, jika dibiarkan terus-menerus, hubungan seperti ini bisa berdampak fatal bagi kesehatan mental kita dan mengganggu produktivitas sehari-hari.

Ciri Hubungan Beracun yang Sering Dikira Romantis
Banyak dari kita yang baru sadar kalau hubungan kita toxic setelah kondisinya sudah parah. Salah satu ciri paling nyata adalah adanya dominasi sepihak. Pasangan merasa punya hak penuh untuk mengatur baju yang kamu pakai, menentukan dengan siapa kamu boleh berteman, sampai mengecek ponselmu setiap waktu.

Perilaku overprotective dan posesif ekstrem seperti ini sering dibungkus dengan kalimat manis seperti, "Aku kayak begini karena aku enggak mau kehilangan kamu." Ciri lainnya adalah seringnya terjadi gaslighting, yaitu kondisi di mana pasangan memutarbalikkan fakta hingga membuat kita merasa bersalah atas kesalahan yang sebenarnya dia lakukan. 

Hubungan yang sehat seharusnya memberikan ruang aman untuk bertumbuh, bukan justru menjadi penjara yang membatasi ruang gerakmu.

Perilaku Berbahaya yang Wajib Kamu Waspadai
Menurut psikolog klinis Liza Marielly Djaprie, ada perilaku krusial dalam hubungan yang wajib diwaspadai sejak dini, salah satunya adalah agresi verbal yang konsisten. 

“Ketika argumen atau perbedaan pendapat sudah melibatkan makian, hinaan fisik, atau merendahkan martabat secara verbal, itu sudah menjadi alarm keras bahwa hubungan tersebut tidak sehat,” demikian pesan Liza.

Liza Marielly Djaprie juga menekankan pentingnya menyadari siklus kekerasan psikologis. Siklus ini biasanya dimulai dari ketegangan, terjadi ledakan emosi atau kekerasan, lalu diikuti oleh fase "bulan madu" di mana pasangan meminta maaf dengan sangat manis dan berjanji akan berubah. 

Jika polanya terus berulang seperti lingkaran setan, kamu harus berani mengambil jarak demi keselamatan mentalmu sendiri.

Cara Menyelamatkan Diri Sebelum Telanjur Sakit
Keluar dari toxic relationship memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, terutama jika kamu sudah memiliki ketergantungan emosional yang tinggi dengan pasangan. 

Langkah awal yang paling penting adalah mengembalikan kedekatan dengan lingkaran pertemanan atau keluarga yang sempat menjauh akibat hubungan tersebut. Jangan ragu untuk bercerita kepada orang terdekat yang kamu percayai. Jika kamu merasa sangat kesulitan dan terjebak dalam rasa trauma yang mendalam, mencari bantuan profesional seperti psikolog adalah pilihan terbaik.

Ingat, kamu berhak mendapatkan cinta yang menghargaimu secara utuh, bukan cinta yang menuntutmu mengorbankan kebahagiaan dan kesehatan mentalmu sendiri demi menyenangkan orang lain.


Foto: Pexels


#ToxicRelationship #MentalHealth #LizaMariellyDjaprie #RedFlags #KesehatanMental #Psikologi #HubunganSehat #Gaslighting #SelfLove #GenZ

 

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua