Kembali ke semua artikel
Mendidik Anak Laki dan Perempuan Menurut Islam, Ini Bedanya
Parenting 31 May 2026 4 menit baca

Mendidik Anak Laki dan Perempuan Menurut Islam, Ini Bedanya

Ditulis oleh Ovi Shofianur

Dalam Islam, anak laki-laki dan anak perempuan sama-sama merupakan amanah dari Allah Swt. yang wajib dijaga, dicintai, dan dididik dengan baik. Namun, apakah cara mendidik keduanya harus sama?

Pertanyaan ini sering muncul di kalangan orang tua muda. Di satu sisi, Islam mengajarkan keadilan dalam memberikan kasih sayang dan pendidikan kepada seluruh anak. Namun di sisi lain, Islam juga mengakui bahwa laki-laki dan perempuan memiliki karakter, fitrah, serta tanggung jawab yang berbeda ketika dewasa nanti.

Karena itu, pola pendidikan yang diterapkan orang tua sebaiknya tidak sepenuhnya disamaratakan. Tujuannya bukan untuk membedakan nilai seorang anak, melainkan untuk mempersiapkan mereka menjalani peran masing-masing sesuai ajaran Islam.

Pendidikan Dasar Harus Sama
Hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa anak laki-laki dan perempuan berhak mendapatkan pendidikan agama yang sama. Keduanya wajib diajarkan akidah, ibadah, akhlak, adab kepada orang tua, serta kecintaan kepada Al-Qur'an dan Rasulullah SAW.

Anak laki-laki maupun perempuan juga perlu dididik menjadi pribadi yang jujur, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai dasar ini menjadi fondasi utama yang akan membentuk karakter mereka hingga dewasa.

Dalam banyak hadis, Rasulullah saw. juga menunjukkan kasih sayang yang sama kepada anak laki-laki maupun perempuan. Bahkan Islam hadir di tengah masyarakat Arab yang saat itu masih sering merendahkan anak perempuan, lalu mengangkat derajat mereka menjadi mulia.

Anak Perempuan Butuh Pendekatan Lebih Lembut
Meski memiliki hak pendidikan yang sama, para ulama dan pakar parenting Islam menjelaskan bahwa pendekatan terhadap anak perempuan umumnya perlu lebih lembut.

Secara psikologis, anak perempuan cenderung lebih sensitif terhadap ucapan dan ekspresi orang tua. Mereka biasanya lebih mudah tersentuh secara emosional dibandingkan anak laki-laki. Karena itu, nada bicara yang keras atau teguran yang berlebihan bisa meninggalkan luka batin yang lebih dalam.

Orang tua dianjurkan untuk membangun komunikasi yang hangat, memberikan rasa aman, serta menjadi tempat curhat yang nyaman bagi anak perempuan. Dengan pendekatan yang penuh kasih sayang, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, penyayang, dan memiliki empati tinggi.

Selain itu, anak perempuan juga perlu mendapatkan pendidikan tentang kehormatan diri, adab berpakaian, pergaulan, dan pentingnya menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Anak Laki-Laki Perlu Dilatih Tangguh
Sementara itu, anak laki-laki umumnya membutuhkan pendidikan yang menumbuhkan keberanian, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan.

Bukan berarti mereka harus dibesarkan dengan kekerasan. Namun anak laki-laki perlu dibiasakan menghadapi tantangan, menyelesaikan masalah, dan belajar mengambil keputusan sejak dini.

Dalam Islam, laki-laki kelak akan memikul tanggung jawab besar sebagai pemimpin keluarga. Karena itu, mereka perlu dibimbing agar memiliki mental yang kuat, disiplin, dan siap bekerja keras.

Ustaz Khalid Basalamah dalam salah satu kajiannya menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki peran yang berbeda dalam syariat Islam, sehingga pola pendidikan juga perlu menyesuaikan dengan peran tersebut. Menurut beliau, anak laki-laki harus dipersiapkan menjadi sosok yang bertanggung jawab dan mampu memikul kewajiban nafkah ketika dewasa.

Karena itu, banyak orang tua Muslim membiasakan anak laki-laki untuk lebih mandiri sejak usia dini, seperti membantu pekerjaan tertentu, belajar mengelola uang, hingga bertanggung jawab atas tugas-tugas yang diberikan.

Empati Tetap Harus Ditanamkan
Meskipun terdapat perbedaan pendekatan, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan, yaitu menanamkan rasa empati kepada keduanya.

Anak laki-laki tidak boleh dididik menjadi pribadi yang keras tanpa perasaan. Sebaliknya, anak perempuan juga perlu memiliki ketegasan dan keberanian dalam menghadapi kehidupan.

Keduanya harus diajarkan untuk peduli terhadap orang lain, membantu yang membutuhkan, menghormati orang tua, dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

Nilai empati inilah yang akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang seimbang. Mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

Kasih Sayang Adalah Kunci Utama
Apa pun metode yang digunakan, Islam menempatkan kasih sayang sebagai fondasi utama dalam mendidik anak.

Ustaz Khalid Basalamah juga pernah mengingatkan bahwa Rasulullah mendidik anak-anak dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Anak yang dibesarkan dengan cinta akan lebih mudah menerima nasihat dan tumbuh dengan kepribadian yang sehat.

Pada akhirnya, perbedaan mendidik anak laki-laki dan perempuan dalam Islam bukanlah soal siapa yang lebih istimewa. Keduanya memiliki kedudukan mulia di sisi Allah Swt. Yang berbeda adalah pendekatan dan persiapan yang diberikan agar mereka mampu menjalankan peran masing-masing dengan baik.

Tugas orang tua bukan hanya membesarkan anak hingga dewasa, tetapi juga menyiapkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan kehidupan sesuai tuntunan Islam.

 

Foto: Magnific

 

#ParentingIslam #MendidikAnak #AnakPerempuan #AnakLakiLaki #KeluargaMuslim #PendidikanIslam #UstazKhalidBasalamah #TipsOrangTua #IslamicParenting #ParentingalaRasul
 
 

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua