Kembali ke semua artikel
Mitos Larangan Menyapu di Malam Hari, Ada Dalilnya?
Gaya Hidup Halal 17 June 2026 4 menit baca

Mitos Larangan Menyapu di Malam Hari, Ada Dalilnya?

Ditulis oleh Ovi Shofianur

Masih banyak orang yang percaya bahwa menyapu di malam hari bisa menghambat rezeki bahkan menyebabkan kemiskinan. Akibatnya, sebagian memilih membiarkan rumah tetap kotor hingga keesokan pagi karena takut melanggar pantangan yang dianggap bagian dari ajaran Islam.

Lalu, benarkah keyakinan tersebut memiliki dasar dalam Al-Qur'an atau hadis?

Jawabannya, tidak.

Dalam Islam, tidak ada dalil yang melarang seseorang menyapu rumah pada malam hari. Anggapan bahwa aktivitas tersebut mendatangkan kemiskinan hanyalah mitos yang berkembang di tengah masyarakat dan tidak memiliki landasan syariat.

Tidak Ada Larangan Menyapu di Malam Hari
Pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya, menegaskan bahwa menyapu pada malam hari diperbolehkan dan tidak berkaitan dengan datang atau perginya rezeki.

Bahkan, menurut beliau, melakukan pekerjaan lain seperti mencangkul pada malam hari pun tidak menjadi masalah selama tidak menimbulkan mudarat.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa Islam tidak mengatur waktu khusus untuk menyapu rumah. Selama pekerjaan tersebut membawa manfaat dan tidak melanggar syariat, maka hukumnya boleh dilakukan.

Karena itu, tidak ada alasan untuk merasa berdosa atau takut miskin hanya karena membersihkan rumah setelah matahari terbenam.

Dari Mana Asal Mitos Ini?
Di berbagai daerah, larangan menyapu pada malam hari sering disandingkan dengan pantangan lain, seperti tidak boleh memotong kuku atau menjahit setelah gelap. Jika ditelusuri, larangan tersebut lebih dekat dengan pertimbangan praktis daripada persoalan agama.

Pada masa lalu, ketika penerangan masih sangat terbatas, memotong kuku atau menggunakan jarum di malam hari memang berisiko menyebabkan luka. Begitu pula menyapu rumah dalam kondisi minim cahaya bisa membuat barang berharga ikut terbuang atau bagian rumah yang kotor tidak terlihat dengan jelas.

Seiring perkembangan zaman dan hadirnya penerangan yang memadai, alasan-alasan tersebut tentu tidak lagi relevan untuk dijadikan larangan mutlak, apalagi dikaitkan dengan nasib atau rezeki seseorang.

Jangan Percaya Hadis yang Tidak Ada Dasarnya
Ustaz Ibrahim Bafadhol, Lc. juga menjelaskan bahwa tidak ditemukan hadis sahih yang menyatakan orang yang menyapu pada malam hari akan menjadi fakir. Kalimat seperti, "Barang siapa menyapu di malam hari akan diberikan kefakiran," bukanlah hadis Nabi Muhammad saw.

Karena itu, umat Islam tidak boleh meyakini ucapan tersebut sebagai bagian dari ajaran agama.

Islam mengajarkan bahwa keyakinan harus dibangun di atas dalil yang sahih dari Al-Qur'an dan Sunnah. Meyakini sesuatu tanpa dasar yang jelas dapat menyeret seseorang kepada khurafat atau kepercayaan yang tidak memiliki landasan syariat. Sikap kritis terhadap informasi keagamaan menjadi penting agar ibadah dan keyakinan kita tetap berada di jalan yang benar.

Rezeki Datang dari Allah, Bukan dari Waktu Menyapu
Dalam pandangan Islam, rezeki berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ia diberikan berdasarkan kehendak-Nya melalui berbagai sebab yang halal dan baik, seperti bekerja, berusaha, bertakwa, dan berdoa. Tidak ada ajaran yang menyebut bahwa waktu menyapu rumah dapat menentukan kaya atau miskinnya seseorang.

Sebaliknya, menjaga kebersihan justru merupakan nilai yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rumah yang bersih menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan mendukung aktivitas ibadah maupun kehidupan sehari-hari.

Jika rumah perlu dibersihkan pada malam hari, maka lakukanlah tanpa rasa takut terhadap mitos yang tidak berdasar.

Sebagai muslim, kita dituntut untuk membedakan antara ajaran agama dan tradisi yang berkembang di masyarakat. Selama tidak bertentangan dengan syariat, tradisi boleh dihormati. Namun jika sebuah keyakinan dinisbatkan kepada Islam tanpa dalil yang sahih, maka sudah seharusnya diluruskan.

Jadi, anggapan bahwa menyapu di malam hari menyebabkan kemiskinan tidak memiliki dasar dalam Islam. Yang perlu dijaga bukanlah pantangan tanpa dalil, melainkan keyakinan yang benar serta semangat menjaga kebersihan sebagai bagian dari akhlak seorang muslim.

 

Foto: Pexels

 

#MitosIslam #MenyapuMalamHari #EdukasiIslam #FaktaIslam #KajianIslam #BuyaYahya #SunnahNabi #IslamRahmatanLilAlamin #DalilIslam #tipsrumahtangga

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua