Kembali ke semua artikel
Anak Ingin Menikah, Siapa Menanggung Biayanya? Ini Tuntunan Rasulullah
Gaya Hidup Halal 13 June 2026 3 menit baca

Anak Ingin Menikah, Siapa Menanggung Biayanya? Ini Tuntunan Rasulullah

Ditulis oleh Ovi Shofianur

Pernikahan sering kali menjadi impian banyak anak muda. Namun, sebelum sampai ke pelaminan, tidak sedikit yang justru terbebani oleh biaya yang terus membengkak. Mulai dari mahar, resepsi, sewa gedung, hingga perlengkapan rumah tangga, semuanya terasa harus ditanggung sendiri.

Lalu muncul pertanyaan yang ramai diperbincangkan: dalam Islam, apakah biaya pernikahan sepenuhnya menjadi tanggung jawab anak, atau orang tua juga memiliki kewajiban untuk membantu?

Jawabannya ternyata menarik dan bisa mengubah cara pandang banyak keluarga.

Dalam sejarah Islam, Rasulullah saw. memberikan teladan yang sangat jelas ketika menikahkan putrinya, Fatimah az-Zahra dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Nabi tidak hanya bertindak sebagai wali yang mengucapkan akad, tetapi juga ikut mempersiapkan walimah.

Dalam riwayat Imam ath-Thabrani, Rasulullah memerintahkan Bilal menyiapkan seekor kambing dan bahan makanan untuk menjamu para tamu. Setelah hidangan siap, beliau mengatur jalannya jamuan hingga memastikan makanan juga dibagikan kepada keluarga dan para wanita di sekitar rumahnya.

Teladan ini menunjukkan bahwa orang tua tidak semestinya bersikap lepas tangan ketika anak menikah, terutama jika memiliki kemampuan untuk membantu. Keterlibatan orang tua bukan sekadar tradisi, tetapi bentuk kasih sayang dan tanggung jawab yang dicontohkan Rasulullah.

Namun, Islam juga tidak pernah mengajarkan bahwa pesta pernikahan harus mewah.

Rasulullah pernah bersabda kepada Abdurrahman bin Auf yang baru menikah, "Adakanlah walimah walaupun hanya dengan seekor kambing." Hadis riwayat Bukhari dan Muslim ini menjadi bukti bahwa keberkahan pernikahan tidak diukur dari kemewahan acara, melainkan dari kesederhanaan dan rasa syukur kepada Allah.

Fenomena saat ini justru banyak pasangan menunda menikah bertahun-tahun karena mengejar pesta impian. Tidak sedikit yang rela berutang demi resepsi sehari, lalu memulai rumah tangga dengan beban cicilan yang panjang.

Padahal, Mamah Dedeh dalam berbagai kajiannya kerap mengingatkan bahwa yang memberatkan pernikahan sering kali bukan syariat Islam, melainkan gengsi manusia sendiri. Menurut beliau, orang tua dan keluarga sebaiknya mempermudah jalan anak menuju pernikahan, bukan menambah syarat yang akhirnya membuat mereka semakin jauh dari ibadah.

Pesan ini sejalan dengan semangat Islam yang menghendaki kemudahan. Pernikahan adalah ibadah untuk menjaga kehormatan dan membangun keluarga sakinah, bukan ajang mempertontonkan kemewahan.

Karena itu, jika orang tua mampu membantu biaya akad, walimah, atau kebutuhan awal rumah tangga, bantuan tersebut menjadi amal yang sangat mulia. Sebaliknya, anak juga tetap perlu memiliki kesiapan finansial dan tanggung jawab sebagai calon kepala keluarga.

Hubungan ini bukan soal saling melempar kewajiban, tetapi tentang gotong royong dalam kebaikan.

Keluarga yang saling mendukung akan lebih mudah membangun rumah tangga yang kokoh dibanding keluarga yang sibuk memperdebatkan siapa yang harus membayar.

Di tengah biaya hidup yang semakin tinggi, semangat saling membantu justru menjadi solusi terbaik. Orang tua yang meringankan beban anak akan menuai pahala, sementara anak yang menghormati dan tidak memberatkan orang tua juga sedang menjalankan akhlak mulia.

Pada akhirnya, Islam mengajarkan bahwa keberkahan rumah tangga tidak lahir dari megahnya dekorasi atau mahalnya katering, tetapi dari niat yang lurus, kemudahan yang diberikan keluarga, dan ridha Allah yang menyertai setiap langkah menuju pernikahan.

 

Foto: AI Generated 

 

#PernikahanIslam #NikahSederhana #BiayaNikah #MaharPernikahan #Walimah #RasulullahSAW #KeluargaIslam #FiqihNikah #IslamToday #InspirasiIslam

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua