35 Kali Naik Haji, Mamah Dedeh: Bukan Sekadar Ibadah, Tapi Juga Membimbing Jemaah!
Siapa yang tidak terkejut mendengar seorang pendakwah telah menunaikan ibadah haji hingga 35 kali? Mamah Dedeh, pendakwah kharismatik yang akrab di telinga masyarakat Indonesia, baru-baru ini mengungkapkan fakta mengejutkan tersebut. Namun, di balik angka yang fantastis itu, tersimpan sebuah alasan yang sangat mulia: ia tidak pergi ke Tanah Suci hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk membimbing dan mengajarkan ilmu kepada para jemaah. Ini adalah pelajaran berharga tentang keikhlasan, pengabdian, dan bagaimana kita harus memaknai ibadah haji.
Pengakuan Mamah Dedeh: 35 Kali dan Terus Berbagi
Dalam sebuah perbincangan dengan Habib Jafar, Mamah Dedeh mengungkapkan bahwa dirinya telah menunaikan ibadah haji sekitar 35 kali. "Alhamdulillah kurang lebih bangsa 35-an barangkali," ungkapnya. Jumlah ini tentu sangat jarang dimiliki oleh seorang Muslim. Namun, Mamah Dedeh menjelaskan bahwa sebagian besar keberangkatannya dilakukan karena mendapat kepercayaan untuk membimbing jemaah selama menjalankan ibadah. Perannya bukan hanya menemani perjalanan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai tata cara ibadah.
Alasan Mulia di Balik 35 Kali Ibadah Haji
Banyak orang mungkin mengira seseorang yang telah puluhan kali naik haji akan kehilangan rasa antusias ketika kembali melihat Ka'bah. Namun, hal tersebut rupanya tidak berlaku bagi Mamah Dedeh. Ia menjelaskan bahwa dirinya memang kerap berangkat setiap tahun karena dipercaya mendampingi jemaah. Menurutnya, jemaah membutuhkan pendamping yang dapat menjelaskan berbagai hal terkait ibadah secara sederhana dan tegas, mulai dari perkara halal dan haram hingga ketentuan dalam haji dan umrah.
Ia juga mengaku bersyukur masih diberikan kesempatan untuk kembali ke Tanah Suci sekaligus berbagi ilmu dengan orang-orang yang membutuhkan bimbingan. "Mamah niatnya alhamdulillah ya Allah masih bisa berangkat haji, masih bisa ngebimbing orang, masih bisa ngasih tahu ini yang halal, yang haram, hajinya harusnya begini, umrahnya harus begini, ini yang rukun, ini yang fardu, ini yang wajib, ini yang sunat, ini yang muharramat," tuturnya. Ini adalah bukti bahwa ia tidak pernah bosan untuk beribadah dan berbagi.
Hikmah di Balik Ibadah Haji yang Berulang
Kisah Mamah Dedeh mengajarkan kita bahwa ibadah haji bukan hanya tentang perjalanan fisik ke Tanah Suci, tetapi juga tentang pengabdian dan berbagi ilmu. Setiap kali ia pergi, ia membawa misi untuk membantu orang lain memahami dan menjalankan ibadah dengan benar. Ini adalah bentuk pengabdian yang sangat mulia. Hal ini mengingatkan kita pada sebuah hadits Rasulullah SAW, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain." (HR. Ahmad, Thabrani, dan Daruquthni). Mamah Dedeh adalah contoh nyata dari hadits ini, karena ia menggunakan kesempatannya untuk bermanfaat bagi banyak orang.
Pelajaran Penting bagi Umat Islam
Niat yang Lurus: Ibadah haji bukan hanya tentang memenuhi kewajiban, tetapi juga tentang memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah. Niat yang lurus akan membuat ibadah kita lebih bermakna.
Berbagi Ilmu: Orang yang berilmu wajib mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Mamah Dedeh menunjukkan bahwa setelah kita mendapatkan ilmu, kita harus menyebarkannya agar bermanfaat bagi banyak orang.
Keikhlasan: Ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Mamah Dedeh tidak pernah merasa bosan atau lelah membimbing jemaah, karena ia melakukannya dengan ikhlas karena Allah.
Kesempatan untuk Beramal: Setiap kesempatan adalah peluang untuk beramal. Mamah Dedeh memanfaatkan kesempatan pergi haji untuk beramal dengan membimbing jemaah, bukan hanya untuk dirinya sendiri.
Kisah Mamah Dedeh adalah inspirasi bagi kita semua. Ia menunjukkan bahwa ibadah haji bisa menjadi lebih dari sekadar perjalanan pribadi, tetapi juga menjadi sarana untuk berbagi ilmu dan membantu orang lain. Semoga kita semua bisa meneladani semangatnya dalam beribadah dan berbagi dengan sesama.
#MamahDedeh #35KaliHaji #Haji #Ibadah #BimbinganHaji #BerbagiIlmu #Keikhlasan #Pengabdian #Pendakwah #Inspirasi