Siapa yang tidak mendambakan kedamaian di tengah konflik berkepanjangan yang merenggut ribuan nyawa tak bersalah? Gerakan Palestina Hamas menyambut baik pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyerukan Israel segera menghentikan serangan terhadap Jalur Gaza. Hamas juga meminta Trump memberikan tekanan kepada Israel agar melanjutkan pelaksanaan tahap kedua dari rencana penyelesaian konflik Gaza yang telah disepakati sebelumnya. Ini adalah secercah harapan di tengah gelapnya penderitaan rakyat Palestina.

Juru Bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan pernyataan Trump dinilai menunjukkan komitmen terhadap upaya mempertahankan gencatan senjata di Jalur Gaza. "Hamas menyambut baik pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang menyerukan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Gaza. Hal ini menegaskan komitmen Presiden Trump terhadap gencatan senjata," kata Qassem. Pernyataan ini adalah bukti bahwa Hamas, sebagai pihak yang berjuang untuk kemerdekaan, selalu membuka pintu bagi perdamaian dan negosiasi.

Dikutip dari viva.co.id, Hamas juga menyerukan Trump agar memberikan tekanan kepada Israel untuk melaksanakan kesepakatan yang telah dicapai terkait tahap kedua rencana perdamaian. Menurut Hamas, pelaksanaan kesepakatan tersebut perlu dilanjutkan sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik di Jalur Gaza. Ini adalah seruan yang sangat jelas: Israel harus berhenti menjadi agresor dan mematuhi perjanjian yang telah disepakati. Selama ini, Israel seringkali melanggar kesepakatan dan terus melakukan kekerasan, sementara pihak Palestina selalu berusaha mencari jalan damai.

Sejak 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang melalui mediasi Mesir, Qatar, AS, dan Turki. Rencana tersebut mencakup gencatan senjata, pembebasan sandera dengan imbalan tahanan Palestina, peningkatan bantuan kemanusiaan ke Gaza, dan penarikan pasukan Israel secara bertahap. Namun, pelaksanaan keseluruhan kesepakatan hingga kini belum tuntas. Israel kembali melanggar dan terus melakukan serangan, menunjukkan bahwa mereka tidak pernah serius ingin berdamai.

Islam mencintai kedamaian dan perdamaian, tetapi tegas dan keras terhadap orang zalim dan agresor. Buktinya, Islam mendorong negosiasi damai dan proses penghentian kekerasan, tetapi musuhlah yang selalu mendorong kekerasan dan permusuhan terhadap kemanusiaan. Sikap Hamas yang menyambut baik seruan Trump adalah cerminan ajaran Islam yang mendambakan perdamaian. Namun, jika musuh terus mengingkari janji, maka umat Islam harus bersikap tegas. Semoga dunia internasional, terutama Amerika Serikat, benar-benar menekan Israel untuk menghentikan agresi dan mewujudkan perdamaian yang adil bagi rakyat Palestina. Aamiin.

 

Foto: News.by

#Hamas #Trump #Gaza #GencatanSenjata #Perdamaian #Palestina #Israel #KonflikTimurTengah #Keadilan #IslamDamai