Coba bayangkan, sebuah program yang seharusnya memberikan asupan bergizi bagi generasi penerus bangsa, justru berubah menjadi petaka yang merenggut kesehatan anak-anak dan orang tua mereka. Inilah realita pahit yang terjadi di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua. Ratusan siswa dan keluarganya mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fakta bahwa orang tua korban juga ikut keracunan karena anak-anak membawa pulang makanan yang seharusnya dikonsumsi di sekolah adalah bukti betapa fatalnya kelalaian ini. 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengakui bahwa insiden ini adalah pelanggaran fatal. Ia pun mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.  Dari hasil investigasi awal, ditemukan bahwa proses memasak dilakukan terlalu dini, yakni pada malam hari sebelumnya, sehingga makanan tidak layak konsumsi saat disajikan keesokan harinya.  Selain itu, ada juga temuan bahwa siswa membawa pulang makanan MBG yang kemudian dikonsumsi bersama keluarga di sore hari, yang tentunya sudah dalam kondisi rusak karena melewati batas aman konsumsi.  Sudaryono menegaskan bahwa makanan MBG idealnya tidak boleh dikonsumsi lebih dari empat jam setelah dimasak. 

Yang lebih memprihatinkan adalah penderitaan yang harus ditanggung oleh para korban. Total korban keracunan dilaporkan mencapai 527 warga yang mengalami gejala mual, muntah, dan diare.  Seorang ayah dari korban, Yeremias Demetouw, dengan emosional menyampaikan protesnya kepada Wakil Kepala BGN dan Wakil Menteri Dalam Negeri saat meninjau lokasi kejadian. Ia menuntut agar program MBG di wilayahnya dihentikan dan anggarannya dialihkan untuk program pendidikan gratis.  “Jujur saya sampaikan, setelah memakan tempe, telur, dan buah semangka, anak-anak kita menderita. Saya minta program MBG di Tanah Merah ditutup, jangan ada lagi yang menjalankan,” ujarnya. 

Kisah ini adalah pengingat keras bahwa setiap program pemerintah harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan pengawasan yang ketat. Kelalaian yang menyebabkan keracunan massal, terutama yang menimpa anak-anak, adalah sebuah kezaliman yang nyata. Ini adalah dosa besar bagi para pemimpin dan pelaksana program. Program MBG harus dievaluasi dan ditinjau ulang secara komprehensif. Jangan sampai kerugian dan kezaliman seperti ini terus berlanjut. Haramkan untuk terjadi lagi! Semoga para korban segera diberi kesembuhan dan kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Aamiin.

 

Foto: Dok. Humas BGN

#KeracunanMBG #Jayapura #BGN #Sudaryono #KorbanKeracunan #MBG #Pendidikan #Keadilan #Indonesia #EvaluasiProgram