Siapa yang tidak suka dengan suasana meriah perayaan 17 Agustus? Berbagai lomba diadakan, mulai dari makan kerupuk, balap karung, hingga tarik tambang. Namun, tahukah kita bahwa ada beberapa jenis perlombaan yang sebaiknya dihindari oleh umat Muslim? Buya Yahya mengingatkan kita untuk tetap berhati-hati dan memahami batasan dalam merayakan kemerdekaan. Jangan sampai kegembiraan kita justru melanggar syariat dan membuat Allah murka.

Lomba agustusan memang sudah menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat Indonesia. Semua orang, dari anak-anak hingga orang dewasa, ikut meramaikannya. Namun, di balik euforia itu, ada satu jenis lomba yang perlu kita waspadai, yaitu lomba yang melibatkan perubahan penampilan pria menjadi wanita atau sebaliknya. Misalnya, lomba futsal atau sepak bola yang mewajibkan bapak-bapak memakai daster dan berdandan seperti wanita.

Dikutip dari tvonenews.com, Buya Yahya menjelaskan bahwa lomba yang mengharuskan seorang pria berdandan seperti wanita atau sebaliknya adalah tindakan yang bertentangan dengan syariat Islam. Hal ini didasarkan pada hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ بِالنِّسَاءِ مِنَ الرِّجَالِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِِّجَالِ

Artinya: "Allah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki." (HR Al-Bukhari).

Bayangkan, sebuah perlombaan yang seharusnya menjadi ajang hiburan dan kegembiraan, justru bisa mendatangkan laknat dari Allah. Ini adalah peringatan yang sangat keras. Buya Yahya menekankan bahwa senang-senang pada hari kemerdekaan bukanlah hal yang dilarang, tetapi harus ada rambu-rambunya. "Adapun berdandan, seorang laki-laki dandan perempuan ini melanggar syariat. Allah SWT bisa murka bila pria kaya perempuan biarpun hanya hiburan. Justru itulah hiburan harus halal," pesan Buya Yahya.

Kita sebagai umat Muslim harus mampu menciptakan ide-ide cemerlang untuk memeriahkan 17 Agustus tanpa melanggar aturan agama. Masih banyak lomba seru dan halal yang bisa diadakan, seperti lomba menghafal asmaul husna, lomba adzan, lomba pidato, atau lomba memasak makanan tradisional. Dengan begitu, kita tetap bisa merayakan kemerdekaan dengan gembira dan sekaligus mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Semoga kita semua bisa lebih bijak dalam memilih kegiatan yang halal dan bermanfaat, serta terhindar dari perbuatan yang dilarang oleh agama. Jadikan perayaan kemerdekaan sebagai momentum untuk memperkuat iman dan persatuan, bukan untuk melanggar syariat. Aamiin.

 

Foto: Viva.co.id/ Ikhwan

#Lomba17Agustus #BuyaYahya #Peringatan17Agustus #Haram #LombaAgustusan #SyariatIslam #HiburanHalal #HariKemerdekaan #Indonesia #Islam