Pernahkah kita mengantri berjam-jam hanya untuk mendapatkan satu tangki penuh BBM? Inilah yang sedang dialami oleh ribuan warga di Sumatera Utara dan Aceh. Antrean panjang mengular di setiap SPBU Pertamina, dan kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite menjadi pemandangan yang sangat memprihatinkan. Di balik kesulitan rakyat ini, ternyata ada dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan adanya dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang menyebabkan kelangkaan di sejumlah daerah di Sumatera. "Kami juga mendapat semacam laporan bahwa ada dugaan terjadi penyalahgunaan daripada BBM bersubsidi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk kembali dijual kepada industri atau mungkin bidang-bidang lainnya," katanya. Ini adalah temuan yang sangat serius dan membutuhkan tindakan tegas dari pemerintah.

Dikutip dari tvonenews.com, kelangkaan BBM terjadi di 10 daerah di Sumatera Utara, seperti Medan, Deli Serdang, Langkat, Tebing Tinggi, Dairi, Serdang Bedagai, Binjai, Karo, Pakpak Bharat, dan 5 daerah di Aceh, yakni Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, hingga Bener Meriah. Tidak hanya Pertalite, stok Pertamax dan Solar juga dilaporkan langka. Ini adalah indikasi bahwa ada masalah besar dalam distribusi BBM di wilayah tersebut.

Kepala BPH Migas, yang juga telah melakukan kontrol dan pengawasan, bahkan telah melakukan operasi tangkap tangan dengan melibatkan aparat hukum. Namun, kasus ini harus diusut tuntas. Jangan sampai ada pihak-pihak yang bermain-main dengan hak rakyat. BBM subsidi adalah hak seluruh rakyat Indonesia, dan jika ada yang menyelewengkan, itu adalah kejahatan yang sangat merugikan.

Dalam pandangan Islam, penyelewengan terhadap hak rakyat adalah dosa besar. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang kami angkat menjadi pejabat, lalu ia mengambil sesuatu (harta) darinya, maka ia telah berbuat curang (ghulul)." Ketika BBM subsidi yang seharusnya dinikmati oleh rakyat kecil justru dijual ke industri dengan harga lebih tinggi, maka itu adalah bentuk kezaliman yang nyata. Rakyat yang sudah susah harus mengantri berjam-jam, sementara segelintir orang menikmati keuntungan dari praktik curang ini.

Pemerintah harus bergerak cepat. Pelaku penyalahgunaan BBM subsidi harus diungkap, ditangkap, dan dihukum dengan keras. Jangan ada ampun bagi mereka yang telah menzalimi hak rakyat. Selain itu, pengawasan terhadap distribusi BBM harus diperketat. BPH Migas dan Pertamina harus bekerja sama untuk memastikan bahwa setiap liter BBM subsidi benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Jangan sampai ada lagi kelangkaan yang merugikan rakyat.

Kita juga sebagai rakyat harus ikut mengawasi. Jika kita melihat adanya indikasi penyalahgunaan, laporkan kepada pihak berwajib. Ini adalah tanggung jawab kita untuk menjaga hak-hak kita sebagai warga negara. Semoga pemerintah segera mengambil tindakan tegas dan kasus ini tidak terulang lagi di masa depan. Aamiin.

 

Foto: Istimewa

#PertaliteLangka #BBMSubsidi #DugaanPenyalahgunaan #DPR #BPHMigas #Sumatera #AntreanPanjang #Keadilan #HukumTegas #RakyatTerzalimi