Kembali ke semua artikel
Saat Konflik Memanas, Jangan Panik! Baca Doa Ini, Dijamin Hati Jadi Adem..
Opini Islami 29 April 2026 4 menit baca

Saat Konflik Memanas, Jangan Panik! Baca Doa Ini, Dijamin Hati Jadi Adem..

Ditulis oleh Subhanhariadi Putra

Bayangkan dua orang sedang bertengkar hebat. Masing-masing merasa paling benar. Lalu tiba-tiba salah satu dari mereka menarik napas, menunduk sejenak, lalu melafalkan doa dengan bibir bergetar. Dan ajaib, suasana berangsur tenang. Sebagaimana dikutip dari tvonenews.com, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus untuk keluar dari pertikaian. Bukan sekadar doa biasa, ini adalah senjata spiritual yang langsung menyentuh hakim tertinggi alam semesta: Allah SWT. Doa ini termaktub dalam surat Az-Zumar ayat 46, dan redaksinya sungguh menusuk kalbu.

Islam mengajarkan bahwa perselisihan adalah ujian. Tapi banyak muslim yang lupa bahwa selain usaha fisik, ada ikhtiar batin yang jauh dahsyat. Rasulullah SAW sendiri mengamalkan doa ini ketika konflik memanas. Bayikan, manusia paling mulia sekalipun butuh berteduh kepada Allah dari panasnya perseteruan. Doa yang diajarkan: “Allahumma fathiras-samawati wal ardhi ‘alimal-ghaibi wasy-syahadati anta tahkumu bayna ibadika fima kanu fihi yakhtalifun.” Artinya: “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui yang gaib dan nyata, Engkaulah yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan.”

Mari kita bedah keunikan doa ini. Pertama, pembuka doa menyebut Allah sebagai “Fathiras-samawati wal ardhi” – Pencipta langit dan bumi. Ini adalah pengakuan bahwa hanya Dzat yang menciptakan alam semesta inilah yang mampu menyelesaikan masalah sekecil apa pun di hati manusia. Kedua, “Alimal-ghaibi wasy-syahadah” – Yang mengetahui yang gaib dan nyata. Kita hanya melihat pertikaian di permukaan. Tapi Allah tahu isi hati masing-masing pihak, tahu siapa yang benar-benar terzalimi. Inilah mengapa menyerahkan putusan kepada-Nya adalah titik kulminasi ketenangan.

Fenomena pertikaian di masyarakat kita seringkali berkepanjangan karena setiap pihak menuntut keadilan versi mereka sendiri. Dalam Islam, keadilan sejati hanya milik Allah. Ketika kita melantunkan doa ini, secara psikologis kita sedang melepaskan beban “harus menang sendiri”. Kita mengakui bahwa putusan final bukan di tangan kita, tapi di tangan Allah. Ini adalah konsep tawakul yang sangat canggih. Sahabat Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Sesungguhnya hati ini bisa berkarat sebagaimana besi berkarat. Dan pengilapnya adalah mengingat mati dan membaca Al-Qur’an.” Doa ini adalah kombinasi keduanya: mengingat kekuasaan Allah dan merendahkan diri.

Yang luar biasa, doa ini tidak meminta Allah untuk menghancurkan lawan atau membatalkan argumennya. Doa ini hanya meminta satu hal: agar Allah yang memutuskan. Ini adalah puncak adab dalam berselisih. Tidak ada kebencian, tidak ada doa buruk. Hanya kepasrahan total. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa doa terbaik adalah yang berisi pengagungan kepada Allah sebelum meminta hajat. Dan doa di surat Az-Zumar ini adalah murni tahmid dan pengakuan atas otoritas Allah semata. Subhanallah.

Dalam konteks kekinian, kita sering melihat pertikaian di medsos, di keluarga, bahkan di masjid. Cobalah diam sejenak, hembuskan napas, lalu baca doa ini dengan hati yang tenang. Jangan baca sambil emosi. Baca seperti orang yang sadar bahwa pertikaian itu tidak akan berakhir dengan kemenangan siapa pun, kecuali jika Allah yang meridhoi. Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa ketenangan hati dalam menghadapi konflik adalah separuh dari kemenangan. Karena musuh terbesar kita sebenarnya adalah ego kita sendiri.

Kisah nyata: Para salafusshalih ketika diprovokasi atau diadu domba, mereka biasanya diam dan menggerakkan bibir membaca doa ini. Mereka tidak butuh pembelaan diri yang gegabah. Mereka yakin bahwa Allah Maha Mengetahui siapa yang benar. Dan luar biasanya, musuh mereka seringkali justru kapok sendiri karena tidak mendapatkan reaksi emosional yang diharapkan. Inilah siasat perang paling halus: melucuti amarah lawan dengan ketenangan yang bersumber dari doa.

Jadi, jika Anda sedang dalam pusaran perselisihan keluarga, konflik kerja, atau bahkan pertikaian di grup WhatsApp, jangan sibuk menyusun serangan balik. Berhentilah. Ambil wudhu jika perlu. Lalu lantunkan doa Nabi ini. Rasakan bagaimana Allah turunkan ketenangan ke dalam relung hatimu. Soal siapa yang salah dan benar, serahkan pada-Nya. Karena pada akhirnya, hanya Allah seadil-adilnya hakim.

Wallahu a’lam.

Doa Memohon Keluar dari Pertikaian

 ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ููŽุงุทูุฑูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูฐูˆูฐุชู ูˆูŽุงู„ู’ุงูŽุฑู’ุถู ุนูฐู„ูู…ูŽ ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู ุงูŽู†ู’ุชูŽ ุชูŽุญู’ูƒูู…ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุนูุจูŽุงุฏููƒูŽ ูููŠู’ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆู’ุง ูููŠู’ู‡ู ูŠูŽุฎู’ุชูŽู„ููููˆู’ู†ูŽ

 

 

Foto: Freepik.com

#DoaNabiSaatBertikai #AzAyat46 #KetenanganDalamIslam #HadapiKonflik #IkhtiarBatin #TawakalKepadaAllah #SuratAzZumar #AdabBerselisih #HatiTenang #PenawarPertikaian
 
 
 

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua