Kembali ke semua artikel
Puasa Paling Utama Setelah Ramadan adalah di Bulan Muharram, Raih Keutamaannya!
Muharam & Tahun Baru Islam 16 June 2026 4 menit baca

Puasa Paling Utama Setelah Ramadan adalah di Bulan Muharram, Raih Keutamaannya!

Ditulis oleh Subhanhariadi Putra

Ketika berbicara tentang ibadah puasa, perhatian umat Islam umumnya tertuju kepada bulan Ramadan. Hal ini wajar, karena Ramadan merupakan bulan yang diwajibkan Allah SWT untuk berpuasa. Namun, setelah Ramadan berlalu, bukan berarti semangat berpuasa ikut berakhir. Sebagaimana dikutip dari hadits Rasulullah SAW, ada puasa sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu puasa di bulan Muharram. Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram. Ini adalah kesempatan emas yang jangan sampai dilewatkan.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan kedudukan istimewa bulan Muharram di antara bulan-bulan lainnya. Jika Ramadan adalah bulan puasa yang diwajibkan, maka Muharram adalah bulan yang paling utama untuk memperbanyak puasa sunnah. Tidak ada bulan lain yang memperoleh pujian sedemikian tinggi dari Rasulullah SAW selain Muharram.

Menariknya, dalam hadis tersebut Rasulullah SAW menyebut Muharram dengan ungkapan Syahrullah atau “bulan Allah”. Padahal seluruh bulan adalah milik Allah. Para ulama menjelaskan bahwa penyandaran Muharram kepada nama Allah merupakan bentuk pemuliaan dan pengagungan. Keutamaan Muharram juga tidak dapat dilepaskan dari statusnya sebagai salah satu bulan haram (al-asyhur al-hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Allah berfirman, “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan... di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah [9]: 36).

Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa dosa yang dilakukan pada bulan-bulan haram memiliki konsekuensi yang lebih berat, sementara amal saleh yang dilakukan pada bulan tersebut mendapatkan keutamaan yang lebih besar di sisi Allah. Karena itu, puasa di bulan Muharram bukan hanya bernilai sebagai ibadah sunnah biasa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memuliakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah. Puasa di bulan ini adalah bentuk syukur dan ketaatan yang sangat dianjurkan.

Di antara hari-hari yang paling utama dalam Muharram adalah hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram. Hari ini memiliki sejarah yang sangat penting dalam tradisi para nabi. Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Mereka menjelaskan bahwa hari tersebut adalah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Mendengar penjelasan itu, Rasulullah SAW bersabda, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.” Kemudian beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. (HR. al-Bukhari).

Puasa Asyura menjadi simbol syukur atas pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Puasa ini mengingatkan bahwa sejarah umat manusia pada akhirnya adalah sejarah kemenangan kebenaran atas kebatilan. Rasulullah SAW bahkan memberikan perhatian yang sangat besar terhadap puasa Asyura. Ibnu Abbas RA berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW begitu bersungguh-sungguh berpuasa pada suatu hari yang beliau utamakan melebihi hari lainnya selain hari Asyura.” (HR. al-Bukhari). Untuk membedakan diri dari tradisi Yahudi, Rasulullah SAW juga berkeinginan menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram (puasa Tasu'a). Beliau bersabda, “Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim).

Karena itu, ketika Muharram datang, janganlah berlalu sebagai bulan biasa. Jadikanlah bulan Allah ini sebagai momentum memperbanyak puasa sunnah, memperbanyak istigfar, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan. Jika Ramadan adalah madrasah yang menempa ketakwaan, maka Muharram adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa semangat ibadah tidak berhenti setelah Ramadan berakhir. “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” Wallahu a'lam.

#PuasaMuharram #Syahrullah #PuasaAsyura #PuasaTasu'a #BulanHaram #KeutamaanPuasa #AmalanMuharram #PuasaSunnah #Rasulullah #KemenanganKebenaran

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua