Kembali ke semua artikel
Nonton Piala Dunia Tanpa Ganggu Produktivitas, Ini Tipsnya
Gaya Hidup Halal 29 June 2026 3 menit baca

Nonton Piala Dunia Tanpa Ganggu Produktivitas, Ini Tipsnya

Ditulis oleh Ovi Shofianur

Piala Dunia 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi pekerja Indonesia.

Berbeda dengan edisi di Qatar yang banyak pertandingan berlangsung malam hari, kali ini laga di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko justru digelar saat dini hari hingga pagi waktu Indonesia.

Bagi pencinta sepak bola, godaan untuk begadang tentu sulit ditolak. Namun, ada satu hal yang tidak boleh ikut "kalah", yaitu produktivitas kerja.

Semangat mendukung tim favorit jangan sampai dibayar dengan konsentrasi yang menurun, pekerjaan terbengkalai, atau performa yang merosot di kantor.

Ustaz Abdul Somad pernah mengingatkan bahwa seorang muslim harus menjadi pribadi yang kuat dan bermanfaat. Dalam salah satu ceramahnya, beliau mengatakan,

"Mukmin yang kuat lebih Allah cintai daripada mukmin yang lemah," tegas UAS.

Beliau menjelaskan bahwa kekuatan yang dimaksud bukan hanya fisik, tetapi juga semangat, etos kerja, disiplin, dan kemampuan menjalankan amanah dengan baik.

Pesan ini sangat relevan di tengah euforia Piala Dunia. Menikmati pertandingan bukanlah masalah. Yang menjadi persoalan adalah ketika hiburan membuat seseorang lalai terhadap tanggung jawab yang telah diamanahkan kepadanya.

Islam mengajarkan keseimbangan. Ada waktu untuk beristirahat, ada waktu untuk menikmati hiburan, dan ada waktu untuk bekerja dengan sungguh sungguh.

Lalu, bagaimana caranya tetap menikmati Piala Dunia tanpa mengorbankan produktivitas?

Pertama, pilih pertandingan yang benar benar ingin ditonton. Tidak semua laga harus disaksikan secara langsung. Jika pertandingan tidak terlalu penting, cuplikan pertandingan biasanya sudah tersedia beberapa menit setelah laga berakhir.

Kedua, usahakan tetap memenuhi kebutuhan tidur. Jika harus begadang, manfaatkan waktu tidur siang selama 20 hingga 30 menit saat jam istirahat. Tidur singkat terbukti membantu memulihkan fokus dan kewaspadaan.

Ketiga, hindari mengandalkan kopi atau minuman berenergi secara berlebihan. Kafein memang membantu mengusir kantuk untuk sementara, tetapi tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh terhadap tidur.

Keempat, jangan jadikan Piala Dunia sebagai alasan menunda pekerjaan. Selesaikan tugas yang paling penting lebih dulu sebelum pertandingan dimulai. Dengan begitu, kamu bisa menonton tanpa dihantui tenggat waktu.

Kelima, tetap awali hari dengan rutinitas yang sama. Mandi, sarapan bergizi, dan sedikit aktivitas fisik ringan dapat membantu tubuh lebih cepat beradaptasi meski waktu tidur berkurang.

Fenomena bergadang selama Piala Dunia sebenarnya sudah menjadi perhatian para ahli kesehatan.

Mereka mengingatkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat pengambilan keputusan, meningkatkan risiko kesalahan kerja, hingga memengaruhi suasana hati.

Karena itu, pekerja disarankan mengatur jadwal tidur dan memilih pertandingan yang benar benar ingin ditonton agar performa kerja tetap terjaga.

Piala Dunia hanya berlangsung sebulan. Karier, reputasi, dan amanah pekerjaan jauh lebih panjang dari itu.

Rayakan gol tim favorit sepuasnya. Namun, jangan sampai atasan lebih dulu "mencetak gol" karena melihat kinerja kamu menurun akibat terlalu sering bergadang.

Nikmati sepak bolanya. Jaga profesionalismenya. Itulah sikap seorang muslim yang mencintai hiburan tanpa melupakan amanah.

 

Foto: Pexels

 

#PialaDunia2026 #Produktivitas #KerjaProduktif #WorkLifeBalance #Begadang #SepakBola #UstazAbdulSomad #MuslimProduktif #TipsKerja #Lifestyle

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua