Kembali ke semua artikel
Iman Sedang Turun? Ustaz Abdul Somad Ungkap Cara Menguatkannya
Gaya Hidup Halal 27 June 2026 4 menit baca

Iman Sedang Turun? Ustaz Abdul Somad Ungkap Cara Menguatkannya

Ditulis oleh Ovi Shofianur

Iman bukanlah sesuatu yang selalu berada pada tingkat yang sama. Dalam kehidupan sehari-hari, keimanan seorang muslim bisa bertambah ketika rajin beribadah dan berbuat taat, tetapi juga dapat menurun akibat berbagai godaan yang datang dari dalam maupun luar diri.

Karena itu, setiap muslim perlu mengenali apa saja yang menjadi penyebab turunnya iman agar bisa lebih waspada. Dengan memahami akar masalahnya, kita juga dapat mengambil langkah untuk menjaga hati tetap dekat kepada Allah Swt.

Lingkungan Bisa Menjadi Ujian Keimanan
Salah satu faktor terbesar yang memengaruhi kondisi iman adalah lingkungan. Seseorang yang tumbuh di lingkungan religius bisa saja mengalami penurunan semangat beribadah ketika berpindah ke lingkungan yang lebih jauh dari nilai-nilai Islam, misalnya saat kuliah atau bekerja.

Jika fondasi keislamannya belum kokoh dan ibadah selama ini hanya didorong rasa malu atau sekadar ikut-ikutan, ia akan lebih mudah terbawa arus pergaulan yang tidak baik. Sebaliknya, teman-teman saleh dan lingkungan yang mendukung akan menjadi penguat keimanan.

Rasulullah saw. juga mengingatkan bahwa seseorang sangat dipengaruhi oleh teman dekatnya. Karena itu, memilih lingkungan yang baik merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menjaga iman.

Waspadai Pengaruh yang Menyesatkan
Selain lingkungan, berbagai gerakan yang menanamkan keraguan terhadap ajaran Islam juga dapat melemahkan keyakinan seseorang.

Pengaruh tersebut terkadang dikemas dengan sangat menarik sehingga membuat sebagian orang terlena tanpa menyadari dampaknya terhadap akidah.

Tidak hanya itu, sikap terlalu mengagungkan seorang tokoh juga bisa menjadi pintu masuk fitnah. Ketika kekaguman kepada manusia melebihi kecintaan kepada kebenaran, seseorang berisiko kehilangan objektivitas dan mudah terjerumus.

Islam mengajarkan agar setiap muslim mencintai ulama dan orang saleh, tetapi tetap menempatkan Allah Swt. dan Rasulullah saw. sebagai sumber kebenaran yang utama.

Penyakit Hati yang Diam-Diam Menggerus Iman
Turunnya iman juga sering dipicu oleh penyakit hati yang tumbuh dalam diri sendiri.

Di antaranya adalah cinta dunia yang berlebihan sehingga seseorang lebih sibuk mengejar materi daripada mempersiapkan bekal akhirat. Al-Qur'an menjelaskan bahwa setan akan terus menebarkan angan-angan kosong agar manusia lalai dari jalan Allah Swt.

Selain itu, sikap berlebihan dalam beragama juga bisa menjadi penyebab kefuturan. Memaksakan diri melakukan ibadah di luar kemampuan sering kali berujung pada kelelahan, lalu akhirnya meninggalkan amal tersebut sama sekali.

Islam justru mengajarkan keseimbangan. Syariat mengenal kewajiban yang harus dijalankan sekaligus memberikan keringanan ketika ada uzur.

Penyakit lain yang tak kalah berbahaya ialah gemar dipuji, meremehkan aturan syariat, iri kepada orang lain, hingga merasa paling benar. Semua itu dapat menghapus keikhlasan dan menggerus kualitas keimanan sedikit demi sedikit.

Cara Menjaga Iman Menurut Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad (UAS) mengingatkan bahwa naik turunnya iman merupakan hal yang wajar. Namun, seorang muslim tidak boleh membiarkannya terus menurun tanpa diisi kembali dengan amal saleh.

"Iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan," kata UAS.

Karena itu, menurut beliau, cara terbaik menjaga iman adalah memperbanyak amal yang mendekatkan diri kepada Allah Swt. seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, menghadiri majelis ilmu, memperbaiki salat, serta berkumpul dengan orang-orang saleh.

UAS juga menekankan pentingnya memperbarui keimanan setiap hari. Ia menjelaskan sebuah hadis, "Perbaruilah iman kalian. Para sahabat bertanya, 'Bagaimana kami memperbarui iman, ya Rasulullah?' Beliau bersabda, 'Perbanyaklah mengucapkan la ilaha illallah.'"

Hadis tersebut diriwayatkan Imam Ahmad dan menjadi salah satu amalan sederhana yang dianjurkan untuk menguatkan hati agar tidak mudah futur.

Iman Perlu Terus Dirawat
Menjaga iman bukan hanya dilakukan saat semangat beribadah sedang tinggi. Justru ketika mulai merasa malas, lalai, atau sibuk dengan urusan dunia, itulah saatnya seorang muslim lebih banyak bermuhasabah.

Keimanan yang dirawat melalui ibadah, ilmu, zikir, serta lingkungan yang baik akan menjadi benteng menghadapi berbagai godaan zaman. Sebab, hati yang selalu terhubung dengan Allah Swt. akan lebih mudah kembali bangkit meski sempat mengalami penurunan.

 

Foto: Magnific

 

#Iman #Keimanan #Muhasabah #Islam #KajianIslam #Muslim #Dakwah #UstazAbdulSomad #Hidayah #AmalSaleh

 

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua