Kembali ke semua artikel
Kenapa Banyak Orang Kagum pada Fathimah Azzahra?
Muslim Inspiratif 26 June 2026 4 menit baca

Kenapa Banyak Orang Kagum pada Fathimah Azzahra?

Ditulis oleh Ovi Shofianur

Di tengah ramainya perdebatan soal Program Makan Bergizi Gratis (MBG), muncul satu nama yang terus menjadi perbincangan publik, yakni Fathimah Azzahra, Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) periode 2026.

Bukan karena suaranya paling keras atau kritiknya paling tajam. Banyak orang justru mengapresiasi cara Fathimah menyampaikan pendapat. Ia berbicara dengan tenang, runtut, berbasis data, dan tetap menghargai lawan diskusinya. Gaya komunikasi seperti ini membuat potongan videonya viral di berbagai platform media sosial.

Tak sedikit warganet yang memuji kemampuan public speaking mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut.

Bahkan, sebagian menyebut cara Fathimah menyampaikan argumentasi terasa lebih terstruktur dibandingkan yang sering mereka saksikan dalam sejumlah forum politik. Meski demikian, penilaian tersebut merupakan opini yang berkembang di media sosial.

Lantas, siapa sebenarnya Fathimah Azzahra?

Berani Menyampaikan Perspektif Berbeda
Nama Fathimah mulai ramai diperbincangkan setelah tampil dalam diskusi publik bertajuk Prime Plus with Bram Herlambang bersama Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong.

Dalam forum tersebut, Bahtra menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan mengatasi persoalan gizi anak, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM dalam rantai pasok pangan.

Menanggapi hal itu, Fathimah tidak membantah pentingnya pemenuhan gizi. Namun, ia mengajak publik melihat persoalan dari sisi yang berbeda.

Menurutnya, masih banyak anak Indonesia yang bahkan belum mendapatkan akses pendidikan yang layak karena jalan menuju sekolah rusak, sarana transportasi terbatas, hingga minimnya fasilitas pendidikan.

"Sebelum kita memberikan yang tambahan-tambahannya, yaitu dalam bentuk Makan Bergizi Gratis, apa yang wajib dan menjadi standar pelayanan dasar perlu dipenuhi terlebih dahulu," ujarnya.

Pernyataan tersebut kemudian viral dan memicu diskusi luas mengenai prioritas pembangunan nasional.

Cerdas Menyampaikan Gagasan
Salah satu hal yang paling banyak dipuji dari Fathimah adalah kemampuan komunikasinya.

Ia tidak menyampaikan kritik dengan emosi ataupun menyerang pribadi lawan diskusi. Sebaliknya, setiap argumen disusun secara sistematis, disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, serta tetap fokus pada substansi persoalan.

Ia juga mampu mendengarkan penjelasan lawan bicara hingga selesai sebelum memberikan tanggapan.

Kemampuan seperti ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak warganet menilai Fathimah memiliki kualitas komunikasi publik yang matang meski usianya masih muda.

Di tengah budaya debat yang sering kali dipenuhi saling potong pembicaraan, gaya komunikasi Fathimah terasa berbeda.

Mahasiswi FKUI Berprestasi
Di balik kepiawaiannya berbicara, Fathimah memiliki rekam jejak akademik yang mengesankan.

Ia merupakan mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2023 melalui jalur Talent Scouting Kelas Khusus Internasional (KKI).

Sebelumnya, Fathimah menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Depok.

Di bidang akademik, ia bersama tim penelitinya berhasil meraih Juara I The 17th Liver Update pada 2025, sebuah kompetisi riset nasional di bidang kesehatan.

Aktif Berorganisasi Sejak Awal Kuliah
Kemampuan komunikasi Fathimah juga ditempa melalui berbagai pengalaman organisasi.

Ia pernah menjabat sebagai Head of Community of Neuroscience and Psychiatry (CORE) FKUI, menjadi Project Officer Semarak Ramadhan Forum Studi Islam FKUI, hingga dipercaya memimpin Komisi II Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI).

Pada Januari 2026, Fathimah terpilih sebagai Wakil Ketua BEM UI mendampingi Yatalathof Ma'shum Imawan.

Pengalaman memimpin di berbagai organisasi inilah yang turut membentuk kemampuannya dalam berdiskusi, menyusun gagasan, sekaligus menyampaikan aspirasi secara santun.

Dalam kisah perjalanannya menuju Universitas Indonesia, Fathimah pernah mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada ilmu pengetahuan berawal dari rasa ingin tahu terhadap manusia dan alam semesta.

Baginya, pendidikan bukan sekadar mengejar prestasi akademik, tetapi menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga beberapa kali menyampaikan rasa syukur kepada Allah Swt. atas perjalanan hidupnya, serta mengapresiasi peran orang tua, keluarga, guru, dan para pendidik yang terus mendukung potensinya sejak di bangku sekolah.

Sikap rendah hati tersebut menjadi nilai tambah yang semakin membuat banyak orang menaruh respek kepadanya.

Potret Generasi Muda yang Patut Diapresiasi
Terlepas dari setuju atau tidak terhadap pandangannya mengenai suatu kebijakan, Fathimah Azzahra menunjukkan bahwa kritik dapat disampaikan secara elegan.

Ia membuktikan bahwa keberanian tidak harus dibarengi dengan nada tinggi, dan perbedaan pendapat tidak harus berujung pada permusuhan.

Di usia yang masih muda, Fathimah menghadirkan contoh bagaimana seorang mahasiswa dapat menjadi mitra kritis pemerintah melalui argumentasi yang berbasis data, logis, dan menghormati etika berdiskusi.

Di tengah ruang publik yang kerap dipenuhi perdebatan emosional, sosok Fathimah Azzahra menjadi pengingat bahwa kecerdasan, kemampuan komunikasi, dan adab dalam berdialog adalah modal penting bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia.

 

Foto: Instagram/@fathimahzzhr

 

#FathimahAzzahra #BEMUI #MahasiswaIndonesia #FKUI #PublicSpeaking #InspirasiAnakMuda #PendidikanIndonesia #TokohMuda #GoogleDiscover #MBG

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua