Belajar dari YouTube, Desainer Abaya Streetwear Ini Masuk Forbes
Bagi banyak orang, dunia fesyen identik dengan sekolah mode ternama, jaringan luas, dan modal besar. Namun, kisah Saeedah Haque membuktikan bahwa jalan menuju kesuksesan tidak selalu harus dimulai dari sana.
Desainer muda asal London berdarah Bengali ini berhasil masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Europe 2024 kategori Seni dan Budaya.
Padahal, ia tidak pernah mengenyam pendidikan mode formal. Sebagian besar keterampilannya justru dipelajari secara autodidak, termasuk dari video-video di YouTube.
Yang membuat kisahnya semakin inspiratif, Saeedah tidak hanya membangun sebuah merek fesyen. Ia juga membawa misi besar untuk mengubah cara dunia memandang muslimah berhijab.
Dari Jurusan Geografi ke Dunia Fesyen
Perjalanan Saeedah menuju industri mode terbilang tidak biasa. Saat kuliah, ia mengambil jurusan Human Geography, bukan desain fesyen. Setelah lulus, ia sempat bekerja di sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Namun kecintaannya pada dunia kreatif tidak pernah hilang. Sejak kecil, Saeedah gemar menggambar, melukis, dan mengunjungi museum bersama orang tuanya.
Meski demikian, ia jarang melihat sosok yang merepresentasikan dirinya di dunia seni dan mode.
"Aku berasal dari Bangladesh, dan saat itu tidak banyak figur kreatif yang terlihat seperti diriku atau berasal dari budayaku," ungkapnya dalam wawancara bersama Wardah.
Keinginan untuk menghadirkan representasi itulah yang kemudian mendorongnya memasuki dunia fesyen.
Belajar Sendiri hingga Menciptakan Abaya Streetwear
Saeedah mengaku tidak pernah bersekolah di bidang mode. Ia mengasah kemampuan melalui berbagai pengalaman magang, termasuk di London Modest Fashion Week dan rumah mode ternama milik Sabyasachi Mukherjee.
Selebihnya, ia belajar secara mandiri.
"Saya berkata pada diri sendiri bahwa saya akan belajar. Setelah ratusan jam menonton video YouTube dan banyak sampel yang gagal, inilah hasilnya," katanya.
Pada 2021, ia meluncurkan label yang menggunakan namanya sendiri. Melalui merek tersebut, Saeedah memperkenalkan konsep yang saat itu masih sangat jarang ditemukan: abaya streetwear.
Ia memadukan abaya yang identik dengan busana tradisional dengan sentuhan streetwear modern yang praktis dan fungsional.
Hasilnya, banyak muslimah muda merasa menemukan representasi yang selama ini mereka cari.
Hijab Bukan Penghalang untuk Berkarya
Sebagai muslimah yang tumbuh di London, Saeedah sering berhadapan dengan berbagai stereotip tentang hijab.
Menurutnya, salah satu kesalahpahaman terbesar di Barat adalah anggapan bahwa perempuan berhijab memiliki kehidupan yang terbatas.
"Orang sering melihat perempuan berhijab hanya sebagai hijabi. Padahal kami memiliki begitu banyak sisi lain dalam hidup kami," ujarnya.
Bagi Saeedah, hijab memang merupakan bagian penting dari identitas. Namun, hijab tidak pernah membatasi minat, kreativitas, maupun cita-cita seseorang.
Dan ia pun kini membagikan pengalaman hidupnya kepada muslimah di seluruh dunia.
"Wearing hijab is part of my identity, but it has never limited who I can become."
Fesyen sebagai Sarana Menyuarakan Perubahan
Berbeda dengan banyak desainer lain yang hanya berfokus pada estetika, Saeedah melihat fesyen sebagai media untuk menyampaikan pesan.
Menurutnya, pakaian bisa menjadi sarana advokasi dan perubahan sosial.
Karena itulah ia pernah meluncurkan koleksi khusus untuk pasar Prancis saat isu pelarangan hijab menguat di negara tersebut. Melalui kampanye itu, ia ingin menunjukkan dukungan kepada muslimah yang merasa tidak didengar.
"Perempuan harus bisa mengenakan apa pun yang mereka pilih, baik berhijab maupun tidak," tegasnya.
Bagi Saeedah, kreativitas memiliki kekuatan untuk membuat orang merasa dihargai dan diperhatikan.
Masuk Forbes, Tetap Ingin Memberi Manfaat
Prestasi Saeedah semakin bersinar ketika namanya masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Europe 2024.
Meski begitu, ia tidak menganggap penghargaan sebagai tujuan akhir.
Perempuan muda ini justru memiliki cita-cita yang lebih besar. Ia ingin menggabungkan pengalamannya di dunia sosial dan fesyen untuk membantu perempuan di negara-negara berkembang mendapatkan kesempatan kerja yang lebih baik di industri tekstil.
Menariknya, ketika ditanya tentang rahasia keberhasilannya, Saeedah tidak berbicara soal strategi bisnis atau keuntungan semata.
Ia justru mengajak anak muda untuk menemukan tujuan hidup melalui hal-hal yang membuat mereka peduli.
"Apa yang membuatmu bersemangat? Apa yang membuatmu ingin mengubah sesuatu menjadi lebih baik? Di situlah biasanya tujuanmu berada," katanya.
Kisah Saeedah Haque menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari jalur yang sempurna. Dengan kemauan belajar, keberanian menjadi diri sendiri, dan keyakinan kepada Allah Swt., seseorang bisa membuka jalan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Dan bagi banyak muslimah muda di seluruh dunia, Saeedah telah membuktikan satu hal penting: hijab bukanlah batasan, melainkan bagian dari identitas yang dapat berjalan beriringan dengan prestasi dan mimpi besar.
Foto: Wardah
#SaeedahHaque #MuslimahInspiratif #HijabStyle #ModestFashion #Forbes30Under30 #AbayaStreetwear #MuslimahBerprestasi #InspirasiHijrah #WardahBeauty #Hijabi