Berani Beda! Ketua DPRD Malang Amithya Ratnanggani Tolak MBG
Pernah enggak membayangkan ada pejabat yang berani langsung keluar ruangan dan menemui ratusan mahasiswa yang lagi demo? Di tengah gelombang aksi "Indonesia Gawat Darurat" pertengahan Juni 2026 ini, sosok Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, sukses mencuri perhatian kita semua.
Perempuan yang akrab disapa Mia ini gak cuma duduk manis di balik meja kerja yang nyaman. Saat Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Amarah Brawijaya) ngepung gedung dewan, politisi PDI Perjuangan ini langsung turun ke jalan buat dengerin langsung unek-unek mereka. Gak pakai basa-basi, Mia bahkan secara terbuka menyatakan ikut menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi mendukung aspirasi mahasiswa. Yuk, kita kenalan lebih dekat sama sosoknya!
Jejak Karier dari Senayan hingga Kursi Ketua Dewan
Sebelum sukses memimpin parlemen Kota Malang, dunia politik sebenarnya bukan hal baru buat alumnus Sastra Inggris Universitas Negeri Malang (UM) ini. Karier profesional Mia dimulai sejak tahun 2012 saat dia dipercaya menjadi tenaga ahli anggota DPR RI di Senayan. Lewat pengalaman berharga inilah, pemikiran Mia mulai terbentuk kalau politik itu bukan sekadar urusan kekuasaan, tapi soal dampak nyata bagi masyarakat.
Karier politiknya makin bersinar waktu dia terpilih jadi anggota DPRD Kota Malang periode 2019–2024 dan dipercaya memimpin Komisi D. Di posisi yang membidangi pendidikan dan kesehatan ini, kita bisa melihat rekam jejak Mia yang dikenal sat-set dan selalu fokus cari solusi. Hingga akhirnya pada Oktober 2024, Mia resmi dilantik jadi Ketua DPRD Kota Malang sekaligus mengukir sejarah sebagai perempuan kedua yang menduduki kursi legislatif tertinggi di sana.
Berdiri di Antara Suara Rakyat dan Konstitusi
Menghadapi demonstrasi besar kemarin, Mia menunjukkan gaya kepemimpinan yang responsif dan sangat terbuka dengan kritik anak muda. Ketika mendengarkan kritik soal program MBG hingga kekhawatiran menguatnya aparat di ruang sipil, Mia meminta maaf atas ketidaksempurnaan program pemerintah dan memilih berdiri bersama mahasiswa.
Meski berani bersikap kritis, sebagai pimpinan lembaga legislatif daerah, kita juga melihat bagaimana Mia tetap mengingatkan pentingnya jalur konstitusional. Baginya, kritik di jalanan adalah vitamin demokrasi yang harus diperjuangkan lewat mekanisme resmi supaya bisa sampai ke pemerintah pusat. Pendekatan persuasif inilah yang bikin sosoknya begitu dihormati baik oleh kawan maupun lawan politik.
Menjadikan Rumah Rakyat Terbuka untuk Siapa Saja
Bagi kita generasi muda, sosok pemimpin seperti Mia ini emang ngena banget. Dia selalu menegaskan kalau Gedung DPRD Kota Malang harus menjadi rumah yang ramah dan terbuka bagi seluruh warga untuk mengadu. Fokus utamanya gak pernah bergeser dari urusan dasar seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, dan infrastruktur.
Melalui komunikasi yang hangat dan keterbukaan penuh, Mia membuktikan kalau politik itu esensinya adalah mendengar dan memperjuangkan nasib rakyat. Langkah beraninya menemui massa aksi seolah memberi sinyal positif kalau suara rakyat enggak bakal berakhir sia-sia di jalanan.
Foto: Instagram/@amithya.ratnanggani
#KetuaDPRDMalang #AmithyaRatnanggani #PenolakanMBG #MakanBergiziGratis #DemoMalang #AmarahBrawijaya #PolitisiPerempuan #InspirasiGenZ #SuaraMahasiswa #DPRDKotaMalang