Nama dr. Diana Abbas Thalib mungkin lebih mudah dikenali publik karena pernikahannya dengan Hidayat Nur Wahid. Namun, ada cerita yang sudah lebih dulu berjalan sebelum nama Diana berada di samping tokoh politik tersebut. Ia telah membangun karier sebagai dokter sekaligus memimpin rumah sakit di Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Ketika namanya ramai diberitakan pada April 2008 karena akan menikah dengan Hidayat Nur Wahid, Diana bukan perempuan yang baru memasuki dunia profesional. Ia sudah menjadi CEO sebuah rumah sakit ibu dan anak di Pondok Bambu.

dr. Diana mengatakan dirinya menempuh pendidikan kedokteran setelah mengikuti jejak sang ayah yang juga seorang dokter. Setelah menjadi dokter umum, ia melanjutkan pendidikan di bidang manajemen. 

Pilihan tersebut ternyata punya kaitan erat dengan cara Diana melihat kehidupan. Ia ingin memiliki kemampuan mengatur pekerjaan sekaligus keluarga.

Bagi Diana, bekerja keras saja tidak cukup. Ia pernah mengatakan ingin beralih dari hard work menjadi work smart karena tidak ingin melupakan perannya sebagai perempuan dan bagian dari keluarga.

Dari Dokter ke Pengelola Rumah Sakit

Kisah rumah sakit yang awalnya dikenal sebagai Bunda Aliyah lalu kini menjadi Alia Hospital ini memiliki perjalanan lebih panjang.

Situs resmi Alia Hospital mencatat, Alia Hospital Group didirikan pada 2006 oleh almarhum dr. Abbas Muhammad Thalib dan dr. Diana Abbas Thalib untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif. Rumah sakit pertama kemudian berdiri pada 2008 di Jakarta Timur sebagai rumah sakit ibu dan anak. 

Artinya, nama Diana tidak sekadar tercatat sebagai dokter yang bekerja di rumah sakit. Ia ikut berada dalam proses membangun dan mengembangkan institusi kesehatan tersebut.

Pada fase awal, rumah sakit itu fokus pada layanan ibu dan anak. Salah satu perhatian utamanya adalah pelayanan NICU serta penanganan kehamilan berisiko tinggi melalui layanan fetomaternal. Seiring perkembangan kebutuhan masyarakat, rumah sakit tersebut kemudian memperluas layanan.

Pada 2021, Bunda Aliyah Jakarta Timur dan Bunda Aliyah Depok berkembang menjadi rumah sakit umum dengan layanan spesialis dan subspesialis yang lebih luas. 

Perjalanan dari rumah sakit ibu dan anak menjadi jaringan layanan kesehatan menunjukkan bahwa gagasan yang dibangun Diana bersama keluarganya terus berkembang mengikuti kebutuhan pasien.

Menariknya, perjalanan profesional itu sudah berlangsung ketika Diana kemudian bertemu dengan Hidayat Nur Wahid.

Pada April 2008, Diana diwawancarai media setelah Hidayat melamarnya. Saat itu, Hidayat merupakan Ketua MPR RI. Diana mengaku baru sekitar tiga minggu mengenal Hidayat melalui proses ta'aruf sebelum akhirnya menerima pinangan tersebut.

Mereka kemudian menikah pada 11 Mei 2008 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi saksi akad nikah mereka. 

Pernikahan itu kemudian membuat sosok Diana semakin dikenal publik. Namun, ada satu hal yang sering luput dari perhatian. Sebelum menjadi istri seorang tokoh nasional, Diana sudah memiliki identitas profesional yang kuat.

Ia adalah dokter. Ia mempelajari manajemen. Ia memimpin rumah sakit. Ia juga tercatat aktif dalam kegiatan sosial, termasuk yayasan yang menyelenggarakan operasi katarak gratis. 

Kisah tersebut memberi sudut pandang berbeda tentang perempuan yang berada di balik figur publik. Diana tidak memulai kehidupannya sebagai pendamping Hidayat Nur Wahid. Ia datang dengan perjalanan, profesi, pendidikan, dan kerja yang sudah dibangun sebelumnya.

Kini, nama Bunda Aliyah telah bertransformasi menjadi Alia Hospital. Namun, titik awalnya tetap tercatat di Jakarta Timur. Dari Pondok Bambu, sebuah rumah sakit ibu dan anak berkembang menjadi jaringan layanan kesehatan dengan cakupan yang lebih luas.

Dan di balik perjalanan itu ada nama dr. Diana Abbas Thalib. Jauh sebelum publik mengenalnya sebagai istri Hidayat Nur Wahid, ia sudah lebih dulu dikenal sebagai dokter dan perempuan yang ikut membangun rumah sakit.

Kisah Diana menunjukkan bahwa status sebagai istri seorang tokoh besar tidak harus menghapus perjalanan seorang perempuan. Ada karya yang sudah dibangun sebelum pernikahan. Ada profesi yang tetap dijalankan. Ada pengabdian yang terus berlanjut.

 

Foto: Republika

 

#DrDiana #DianaAbbasThalib #HidayatNurWahid #AliaHospital #BundaAliyah #PondokBambu #JakartaTimur #DokterPerempuan #PerempuanInspiratif #KisahInspiratif