Coba bayangkan, setiap hari jutaan rakyat harus melintasi jalanan yang berlubang, bergelombang, dan membahayakan. Bukan hanya waktu dan uang yang terbuang, tetapi nyawa pun terancam. Di tengah kondisi yang memprihatinkan ini, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ivan Wirata, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan harus benar-benar bermanfaat bagi ekonomi masyarakat, bukan sekadar proyek seremonial. Ini adalah pengingat keras bagi para pemimpin dan pemerintah untuk segera bertindak.

Pernyataan Ivan Wirata ini muncul sebagai respons atas keluhan masyarakat yang masih menghadapi jalan rusak di berbagai wilayah. Ia menekankan bahwa infrastruktur jalan adalah urat nadi perekonomian dan mobilitas warga. "Perbaikan jalan harus berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat, jangan sampai hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil nyata," tegasnya. Ini adalah kritik yang membangun sekaligus tuntutan agar pemerintah bekerja lebih serius.

Dikutip dari viva.co.id, pemerintah wajib menyediakan fasilitas yang layak pakai dan tidak rusak untuk rakyat. Di antara yang paling penting dan paling banyak digunakan adalah jalan. Jika jalan rusak, maka kecelakaan dan kerugian serta luka yang dialami oleh rakyat karena jalan rusak tersebut akan menjadi kezaliman dan dosa bagi pemimpin, pemerintah, dan para stafnya. Jalan rakyat harus selalu diperbaiki agar mulus selamanya, dipantau, dan diawasi ketat setiap saat. Ini adalah tanggung jawab moral yang sangat besar.

Bayangkan, seorang kepala desa atau bupati yang membiarkan jalan di wilayahnya rusak, padahal anggaran perbaikan sudah disediakan. Jika ada warga yang celaka karena jalan rusak, maka dosa itu akan membebani mereka. Dalam Islam, seorang pemimpin adalah pelayan rakyat, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap kelalaiannya. Rasulullah SAW bersabda, "Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." (HR. Bukhari dan Muslim). Ini adalah peringatan yang tidak bisa diabaikan.

Kisah ini adalah pengingat bahwa perbaikan infrastruktur bukan hanya urusan teknis, tetapi juga urusan moral dan keadilan. Jalan yang mulus adalah hak rakyat, dan jika hak itu diabaikan, maka kezaliman telah terjadi. Para pemimpin harus turun langsung, memantau, dan mengawasi setiap proyek perbaikan jalan. Jangan sampai anggaran yang besar justru tidak membawa manfaat nyata bagi rakyat. Semoga para pemimpin kita diberikan kesadaran dan ketegasan untuk selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Aamiin.

 

Foto: Istimewa

#JalanRusak #PerbaikanJalan #IvanWirata #DPRD #EkonomiMasyarakat #Infrastruktur #Keadilan #Pemimpin #TanggungJawab #IndonesiaMaju