Coba bayangkan, sebuah negara kecil di Timur Tengah dengan berani menantang kekuatan super dunia, dan dampaknya langsung terasa hingga ke kantong kita semua di Indonesia. Iran kembali menunjukkan nyalinya dengan mengancam menutup Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia, sebagai eskalasi konflik dengan Amerika Serikat. Langkah ini bukan sekadar gertakan, melainkan sebuah ancaman nyata yang berpotensi menggoncang harga minyak global dan perekonomian kita .

Bagi umat Islam, sikap berani Iran ini mengandung pelajaran tentang ketegasan dalam membela kedaulatan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Anfal ayat 60, "Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi." Namun, di sisi lain, sebagai bagian dari masyarakat global, kita juga harus cermat melihat dampaknya. Konflik yang memanas membuat harga minyak mentah Brent menembus US$85 per barel . Jika ini berlanjut, beban subsidi energi di APBN kita bisa membengkak ratusan triliun rupiah, mengancam stabilitas fiskal .

Dikutip dari viva.co.id, kekhawatiran akan gangguan pasokan dari Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb menjadi pemicu utama lonjakan harga. Lalu, bagaimana Indonesia, sebagai negara konsumen minyak yang rentan, harus bersikap?

Ada beberapa solusi yang bisa diambil pemerintah. Pertama, memperkuat diplomasi. Namun, berharap pada diplomasi di tengah perang yang sudah terjadi seperti sekarang mungkin relevan namun berat. Kedua, menggenjot program energi alternatif seperti B50. Ini adalah langkah jangka panjang yang sangat strategis untuk mengurangi ketergantungan pada minyak impor. Ketiga, menjaga harga BBM domestik agar tetap stabil. Pemerintah telah berkomitmen untuk menahan kenaikan BBM subsidi hingga akhir tahun dengan mengandalkan kekuatan APBN . Namun, ini adalah pekerjaan rumah besar yang harus dikelola dengan sangat hati-hati.

Pengamat menyarankan agar pemerintah memperketat penyaluran subsidi agar tepat sasaran, hingga melakukan realokasi anggaran dari program-program yang pelaksanaannya dapat disesuaikan secara bertahap, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk mengantisipasi gejolak harga minyak . Ini adalah langkah-langkah darurat yang terukur, bukanlah tindakan populis, melainkan respons realistis untuk menjaga stabilitas fiskal negara .

Kisah ini adalah pengingat bahwa tantangan geopolitik global bisa berdampak langsung pada kehidupan kita. Semoga pemerintah diberikan kebijaksanaan untuk mengambil langkah-langkah yang tepat, dan kita semua sebagai rakyat juga turut bijak dalam mengonsumsi energi. Aamiin.

 

Foto: Reuters

#HargaMinyakNaik #KonflikIranAS #B50 #SubsidiBBM #APBN2026 #KetahananEnergi #SelatBabElMandeb #StabilitasEkonomi #KebijakanEnergi #IndonesiaTangguh