Kembali ke semua artikel
Stasiun Gambir Direnovasi Layani KRL, Pemerintah Peduli Kenyamanan Rakyat!
Berita Terkini 18 June 2026 3 menit baca

Stasiun Gambir Direnovasi Layani KRL, Pemerintah Peduli Kenyamanan Rakyat!

Ditulis oleh Subhanhariadi Putra

Stasiun Gambir, salah satu ikon transportasi di Jakarta, akan segera direnovasi. Kabar baiknya, setelah renovasi, stasiun ini tidak hanya melayani kereta api jarak jauh, tetapi juga penumpang KRL (Kereta Rel Listrik). Sebagaimana dikutip dari pernyataan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, renovasi ini akan meningkatkan integrasi antarmoda. Pemerintah wajib memperhatikan dan meningkatkan kenyamanan rakyatnya termasuk di bidang transportasi sehingga hak-hak mereka dalam bermobilitas. Jangan sampai pemerintah zalim mengacuhkan kebutuhan dan kenyamanan rakyat. Ini adalah langkah nyata yang patut diapresiasi.

Menhub Dudy memastikan renovasi tidak akan membuat Stasiun Gambir semakin padat. “Enggak (crowded) juga. Kita lihat lahannya masih bisa memenuhi kapasitas. Tentunya nanti kita sesuaikan dengan kapasitas apakah seluruh commuter di situ,” katanya. Anggaran renovasi tidak berasal dari APBN Kementerian Perhubungan, melainkan dari PT KAI. Ini adalah bentuk kemandirian BUMN dalam mendukung program pemerintah.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 29, “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air dari langit, lalu Dia mengeluarkan dengan air itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu.” Salah satu rezeki yang diberikan Allah adalah kemudahan bergerak. Pemerintah wajib memfasilitasi hal itu. Renovasi Stasiun Gambir adalah bentuk penghormatan terhadap hak rakyat untuk mendapatkan transportasi yang nyaman dan aman.

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung untuk segera merealisasikan renovasi ini. Renovasi ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua tahun dengan konsep integrasi antarmoda yang lebih baik. Ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan publik. Stasiun yang bersih, terang, dan modern akan membuat penumpang betah dan lebih produktif.

PT KAI juga melaporkan progres penanganan perlintasan sebidang. Sebanyak 172 perlintasan sebidang telah ditutup dan 490 perlintasan lainnya sedang dalam proses penanganan. Ini adalah kabar baik untuk keselamatan perjalanan kereta api. “Sisanya itu 1.148 itu nanti sudah kita mulai untuk progres palang pintu,” imbuh Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidi. Penutupan perlintasan liar adalah langkah besar untuk mengurangi kecelakaan.

Fenomena yang sering terjadi adalah stasiun yang kotor, sempit, dan tidak ramah bagi penyandang disabilitas. Pemerintah harus memastikan bahwa renovasi Stasiun Gambir juga memperhatikan aksesibilitas bagi semua orang. Lift, jalur khusus, dan toilet yang layak harus tersedia. Jangan sampai renovasi hanya membuat tampilan luar megah, tetapi di dalam masih menyulitkan penumpang.

Kesimpulannya, renovasi Stasiun Gambir adalah bukti nyata kepedulian pemerintah. Jangan berhenti di satu stasiun saja. Semua stasiun di Indonesia harus direnovasi dan ditingkatkan pelayanannya. “Renovasi tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua tahun dengan konsep integrasi antarmoda yang lebih baik.” Semoga stasiun-stasiun lain menyusul. Kenyamanan rakyat adalah prioritas.

Foto: KAI

#StasiunGambir #RenovasiStasiun #KRL #IntegrasiAntarmoda #PTKAI #Menhub #TransportasiNyaman #KeselamatanPerjalanan #PerlintasanSebidang #KeadilanSosial
 
 

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua