Kunci Menjadi Istri yang Berbakti Kepada Suami | Ustaz Abdurrahman Djaelani-Damai Indonesiaku
Subhanhariadi Putra
7 jam yang lalu
religiOne - Rasa malu (Al-Haya') merupakan salah satu fondasi akhlak teragung dalam ajaran Islam yang menjadi pilar keimanan seorang muslim. Rasulullah SAW bersabda bahwa malu dan iman adalah dua hal yang saling terikat erat; jika salah satunya hilang, maka hilang pula yang lainnya. Namun, dalam pandangan syariat, rasa malu tidak boleh diartikan secara sempit atau ditempatkan pada posisi yang salah. Ada sifat malu yang terpuji dan wajib dimiliki—seperti malu kepada Allah SWT ketika hendak bermaksiat, malu memakan harta haram, serta malu meninggalkan perintah agama. Sebaliknya, ada pula malu yang keliru (malu yang tercela), yaitu malu menuntut ilmu agama, malu berbuat kebaikan, atau malu menegakkan kebenaran. Memahami hakikat rasa malu yang proporsional akan membentengi diri dari perbuatan tercela dan menjaga kehormatan seorang hamba di dunia hingga akhirat. Dalam tayangan Damai Indonesiaku tvOne kali ini, Ustaz Encep Sehabudin membedah tuntas hakikat sifat malu yang terpuji dalam Islam, perbedaan antara malu yang membawa pahala vs malu yang menghambat kebaikan, serta cara menanamkan rasa malu kepada Allah SWT di era modern!