Ingat, Surga Istri Ada di Ridho Suami | Damai Indonesiaku
Subhanhariadi Putra
7 jam yang lalu
VIVA - Selat Hormuz kembali menjadi sorotan setelah Iran menawarkan rencana untuk membuka jalur pelayaran strategis itu dalam waktu tujuh hari. Namun, tawaran tersebut dikabarkan ditolak Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Bahkan, laporan media Amerika Serikat menyebut opsi serangan baru terhadap Iran masih terbuka. Iran mengajukan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu satu minggu. Namun, pembukaan jalur perdagangan tersebut memiliki syarat. Teheran meminta Amerika Serikat memenuhi sejumlah ketentuan yang telah diajukan dalam proses negosiasi. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan proposal tersebut telah disampaikan kepada Washington melalui mediator Qatar. Menurut Araghchi, jika persyaratan Iran dipenuhi, lalu lintas kapal di Selat Hormuz dapat kembali berjalan normal dalam waktu tujuh hari. Araghchi juga menegaskan Iran tidak akan menerima tekanan, ancaman, maupun intimidasi dalam proses perundingan. Namun situasi berubah setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Donald Trump telah menolak proposal terbaru dari Teheran. Laporan tersebut mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya. Menurut laporan itu, Trump meragukan kesediaan Iran untuk memenuhi tuntutan Washington. Bahkan, Trump disebut telah membicarakan kemungkinan melancarkan serangan baru terhadap Iran setelah pemilu sela Amerika Serikat pada November. Meski demikian, Trump belum secara resmi memberikan pernyataan khusus mengenai proposal tersebut.
#iran #america #donaldtrump #vivanewsdaily