Hukum Suami Tidak Memberi Nafkah Lahir dan Batin Dalam Islam | Damai Indonesiaku
Subhanhariadi Putra
7 jam yang lalu
VIVA - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono kembali menyuarakan sikap Indonesia mengenai situasi Gaza dan pentingnya pembenahan sistem multilateral dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Dalam pidatonya, Sugiono menyoroti dugaan pelanggaran hukum internasional yang masih berlangsung di Gaza dan Tepi Barat. Menurutnya, kondisi tersebut mengingatkan pada situasi dunia sebelum 1945, ketika Piagam PBB dan berbagai instrumen hukum internasional belum terbentuk. Sugiono menggambarkan periode tersebut sebagai masa ketika kekuatan menjadi penentu utama dan perlindungan terhadap kelompok tertentu sangat lemah. Ia mengingatkan bahwa dunia tidak boleh kembali pada kondisi semacam itu. Dalam kesempatan yang sama, Indonesia kembali menegaskan prinsip politik luar negerinya yang bebas dan aktif. Sugiono mengutip pandangan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia memiliki banyak sahabat, tetapi tidak ingin membangun permusuhan dengan negara lain. Prinsip tersebut, menurut Indonesia, diterapkan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai forum internasional, termasuk ASEAN, G20, BRICS, D-8, MIKTA, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa. Terkait Palestina, Sugiono menegaskan bahwa Indonesia akan terus mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan masa depannya sendiri. Ia mengaitkan perjuangan Palestina dengan pengalaman sejarah Indonesia dalam menghadapi kolonialisme. Menurut Sugiono, Indonesia akan tetap berdiri bersama rakyat Palestina hingga terwujud negara Palestina yang merdeka dan berdaulat melalui penyelesaian berdasarkan prinsip dua negara.
#israel #palestine #unitednations #vivanewsdaily #pbb