Menyampaikan pendapat di muka umum atau berdemonstrasi merupakan salah satu hak sipil yang diakui dalam sistem demokrasi modern. Ketika kebijakan pemerintah atau ketidakadilan sosial memicu keprihatinan publik, anak muda sering kali berada di barisan terdepan untuk menyuarakan aspirasi. Namun, sebagai seorang muslim, melangkah ke jalanan untuk berunjuk rasa tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa mengindahkan batasan moral dan aturan syariat.

Menyuarakan kebenaran harus berjalan beriringan dengan keanggunan sikap. Jangan sampai niat awal untuk membela keadilan justru ternoda oleh tindakan yang merugikan masyarakat luas atau memicu kerusakan.

Meluruskan Niat dan Menjaga Keikhlasan Aspirasi

Langkah pertama yang harus ditata sebelum turun ke jalan adalah meluruskan niat dalam hati. Aksi unjuk rasa yang dilakukan seorang muslim idealnya didasari oleh semangat amar ma'ruf nahi munkar—mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran—demi kemaslahatan bersama, bukan karena terprovokasi, ikut-ikutan tren, atau sekadar mencari perhatian di media sosial.

Niat yang bersih akan menjadi benteng bagi diri kita agar tidak mudah tersulut emosi saat berada di tengah kerumunan massa. Ketika niat kita lurus karena Allah Swt., setiap langkah kaki dan teriakan aspirasi yang kita suarakan akan bernilai ibadah serta membawa keberkahan.

  • Memastikan aksi yang diikuti murni untuk membela hak publik dan kebenaran.
  • Menghindari niat untuk mencari popularitas, ajang gagah-gagahan, atau provokasi.
  • Menjaga kedisiplinan diri agar tidak terpengaruh oleh penyusup beritikad buruk.

Nasihat Ustaz Adi Hidayat: Sampaikan Pesan dengan Kesantunan

Menyuarakan kritik kepada pemangku kebijakan membutuhkan etika serta tutur kata yang bermartabat. Islam sangat menekankan bahwa cara yang digunakan untuk mencapai tujuan baik harus sama baiknya dengan tujuan itu sendiri. Menghujat, mencaci maki, atau menggunakan kalimat kotor tidak akan pernah menyelesaikan masalah, melainkan hanya akan menghilangkan keteladanan kita.

Dalam sebuah penyampaian kritiknya terkait peran pejabat publik, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menegaskan pentingnya etika dan pertanggungjawaban moral saat menyuarakan aspirasi. Beliau menyampaikan pesan mendalam: "Bagaimana rakyat yang Anda wakili mendapatkan kenyamanan, mendapatkan hak mereka dengan baik. Dari situ kemudian kelak hisab akan dipertanggungjawabkan."

Pesan lisan tersebut menggarisbawahi bahwa penyampaian pendapat sejatinya adalah proses pengingatan atas amanah dan hisab di akhirat kelak. Karena itu, cara yang digunakan harus santun dan bermartabat, bukan dengan cara-cara anarkis yang justru menghilangkan keindahan dakwah Islam.

  • Menggunakan bahasa yang santun, tegas, dan terstruktur tanpa memaki.
  • Fokus pada substansi tuntutan dan solusi yang ingin ditawarkan.
  • Meneladani prinsip dakwah Rasulullah saw. yang penuh hikmah dan kedamaian.

Menjaga Ketertiban Umum dan Menjauhi Kerusakan

Hal fundamental yang wajib dijaga saat berdemonstrasi adalah memastikan fasilitas umum dan hak masyarakat lainnya tidak terganggu. Islam sangat melarang tindakan merusak tanaman, membakar fasilitas publik, mengganggu sarana transportasi umum, hingga menutup jalanan yang menjadi akses hajat hidup orang banyak.

Menjaga keamanan dan ketertiban selama unjuk rasa merupakan wujud nyata dari pengamalan ajaran Nabi Muhammad saw. Seorang muslim yang sejati adalah mereka yang mampu memberikan rasa aman bagi orang lain, baik dari kejahatan lisan maupun tangannya. Keberhasilan sebuah aksi justru diukur dari seberapa tertib dan damainya massa hingga unjuk rasa selesai.

  • Menjaga kebersihan lokasi demonstrasi dengan tidak membuang sampah sembarangan.
  • Melindungi fasilitas publik dan menghormati hak pengguna jalan lainnya.
  • Menjalin komunikasi yang kooperatif dengan aparat pengamanan di lapangan.

Menyampaikan aspirasi adalah bentuk kepedulian sosial yang sangat dihargai dalam Islam. Namun, keindahan ajaran Islam harus tetap terpancar dari setiap aksi nyata yang kita lakukan di jalanan. Mari kita suarakan kebenaran dengan cara yang bermartabat, santun, dan membawa kedamaian bagi seluruh masyarakat!

 

Foto: Ilustrasi demo mahasiswa (DW)

#EtikaBerdemo #AspirasiMuslim #UstazAdiHidayat #HikmahDakwah #GenZKritis #AmarMa'rufNahiMunkar #AksiDamai #SuaraRakyat #PemudaInspiratif #SyariatIslam