Nicke Widyawati, dari ITB ke Jajaran Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia
Nama Nicke Widyawati dikenal sebagai mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) periode 2018–2024. Ia dikenal luas sebagai salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh di industri energi nasional. Perempuan anggun kelahiran Tasikmalaya, 25 Desember 1967 ini tak hanya tampil dengan gaya kepemimpinan tegas, tetapi juga mengukir rekam jejak panjang yang menjadi inspirasi besar bagi generasi muda Indonesia.
Perjalanan kariernya membuktikan bahwa kerja keras, pendidikan yang kokoh, dan ketangguhan dari bawah sanggup membawa putri bangsa bersaing di panggung bisnis internasional.
Lahir dan besar di Tasikmalaya, Nicke mengawali fondasi akademisnya di SMAN 1 Tasikmalaya sebelum menembus jurusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga lulus sarjana pada 1991. Kemandirian Nicke sudah teruji sejak muda. Di usia 21 tahun, ia sudah bekerja part-time di Bank Duta cabang Bandung demi menopang kuliahnya.
Haus akan pemahaman hukum dan manajemen, Nicke melanjutkan studi Magister (S2) Hukum Bisnis di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan lulus pada 2009. Perpaduan antara analisis keteknikan ITB dan pemahaman hukum bisnis Unpad inilah yang membentuk karakter kepemimpinannya yang tajam di kemudian hari.
Meniti Karier BUMN dari Bawah hingga Puncak Pertamina
Nicke membangun reputasi profesionalnya secara bertahap melalui berbagai perusahaan pelat merah ternama:
- PT Rekayasa Industri (Rekind): Terlibat langsung dalam pengerjaan proyek infrastruktur pupuk strategis di Palembang, Lhokseumawe, Cilegon, hingga Malaysia.
- PT Mega Eltra: Menunjukkan kapasitas kepemimpinan hingga dipercaya menduduki kursi Direktur Utama.
- PT PLN (Persero): Ditarik menjadi Direktur Perencanaan Korporat serta Direktur Pengadaan Strategis I sejak 2014.
Kiprahnya di Pertamina dimulai pada November 2017 sebagai Direktur SDM merangkap Plt. Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur. Setelah sempat dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt.), Nicke resmi dilantik sebagai Direktur Utama Pertamina pada 30 Agustus 2018. Kepemimpinannya yang teruji membuat Menteri BUMN Erick Thohir memperpanjang masa jabatannya untuk periode kedua pada September 2022.
Prestasi Global dan Transformasi Energi
Selama memimpin BUMN energi terbesar di Indonesia ini, Nicke berhasil membawa Pertamina melakukan reorganisasi pembentukan enam subholding usaha serta menavigasi bisnis di tengah hantaman krisis pandemi Covid-19. Ia juga konsisten mengawal transisi energi dan dekarbonisasi hingga meraih berbagai penghargaan bergengsi:
- Peringkat ke-16 Most Powerful Women International versi Majalah Fortune (2020) serta masuk daftar Fortune & Forbes pada 2023.
- Green Leadership Utama dari KLHK (2023) atas keberhasilan peningkatan skor ESG perusahaan.
- Perempuan Pendorong Inovasi dari Kemenkumham (2023) serta Dewi BUMN dari Markplus Inc.
Dinamika dan Ujian di Akhir Masa Jabatan
Perjalanan karier di panggung korporasi besar tentu tak lepas dari tantangan dan dinamika hukum. Setelah menyelesaikan masa baktinya di Pertamina pada akhir 2024 dan digantikan oleh Simon Aloysius Mantiri, nama Nicke sempat dipanggil oleh lembaga penegak hukum sebagai saksi.
KPK sempat meminta keterangannya terkait kasus dugaan korupsi jual beli gas di PT PGN periode 2018–2020 dalam kapasitasnya sebagai mantan Direktur SDM. Selain itu, pada Mei 2025, Kejagung juga memanggilnya sebagai saksi dalam kasus tata kelola minyak mentah dan produk kilang. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari dinamika pengawasan tata kelola korporasi (Good Corporate Governance) di tubuh perusahaan BUMN.
Perjalanan hidup Nicke Widyawati memberikan pelajaran berharga bagi kita bahwa kepemimpinan kuat dibentuk dari dedikasi, kemauan belajar tanpa henti, serta keberanian menghadapi setiap tantangan hidup. Dan perempuan memiliki kapabilitas itu.
Foto: Dok. Pribadi
#NickeWidyawati #ProfilTokoh #Pertamina #SrikandiIndonesia #InspirasiAnakMuda #TokohInspiratif #BUMNUntukIndonesia #KartiniModern #KisahInspiratif #PerempuanHebat