Banyak orang masih menilai seseorang dari pekerjaannya. Padahal, profesi yang dijalani hari ini belum tentu menggambarkan masa depannya. Kisah Rose Aida Asyura Sabri menjadi pengingat bahwa kerja keras, pendidikan, dan keyakinan kepada Allah Swt. mampu mengubah jalan hidup seseorang.

Perempuan asal Malaysia ini sempat menjadi sorotan di media sosial beberapa tahun lalu setelah membagikan perjalanan hidupnya yang menginspirasi. Saat sebagian mahasiswa memilih menikmati masa liburan, Rose justru menghabiskan waktunya bekerja sebagai cleaning service. Bukan karena tidak punya mimpi, melainkan karena ingin membantu memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mencari pengalaman kerja.

Keputusan itu ternyata tidak selalu disambut dengan baik. Rose mengaku beberapa kali menerima pandangan sebelah mata hanya karena pekerjaannya dianggap rendah. Tidak sedikit orang yang menilai seseorang dari seragam yang dikenakan, tanpa mengetahui perjuangan yang sedang dijalani.

Namun, Rose memilih diam dan terus melangkah.

Baginya, bekerja dengan cara yang halal jauh lebih mulia daripada sibuk memikirkan penilaian orang lain. Pengalaman menjadi petugas kebersihan justru mengajarkannya tentang tanggung jawab, disiplin, serta pentingnya menghargai setiap profesi.

Menuntut Ilmu Hingga Al-Azhar Mesir
Di balik kesibukannya bekerja, Rose tidak pernah meninggalkan cita-citanya untuk menuntut ilmu. Ia melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir, salah satu perguruan tinggi Islam tertua dan paling bergengsi di dunia.

Didirikan pada tahun 970 M di Kairo, Al-Azhar dikenal sebagai pusat keilmuan Islam yang telah melahirkan banyak ulama, cendekiawan, dan pemimpin muslim dari berbagai negara. Menempuh pendidikan di kampus ini bukanlah perkara mudah karena membutuhkan kemampuan akademik, ketekunan, dan komitmen yang tinggi.

Semua perjuangan Rose akhirnya berbuah manis. Ia berhasil menyelesaikan studinya dan diwisuda dengan penuh kebahagiaan. Momen paling mengharukan terjadi ketika kedua orang tuanya hadir mendampingi hari kelulusannya.

Potret kebersamaan mereka yang beredar di media sosial menyentuh hati banyak orang. Di balik toga yang dikenakannya, tersimpan perjalanan panjang yang penuh kerja keras, air mata, dan pengorbanan.

Jangan Menilai Seseorang dari Profesinya
Kisah Rose menjadi pelajaran berharga bahwa pekerjaan hanyalah bagian kecil dari perjalanan hidup seseorang.

Seseorang yang hari ini bekerja sebagai petugas kebersihan, pelayan toko, kurir, atau profesi sederhana lainnya, bisa saja beberapa tahun kemudian menjadi akademisi, pengusaha, dokter, atau pemimpin. Sebaliknya, orang yang hari ini terlihat sukses belum tentu akan selalu berada di posisi yang sama.

Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak merendahkan orang lain.

Allah Swt. berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diperolok lebih baik daripada mereka yang mengolok." (QS. Al-Hujurat: 11)

Ayat ini mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari pekerjaannya, penampilannya, ataupun status sosialnya, melainkan dari ketakwaannya di hadapan Allah Swt.

Pesan Menyentuh dari Rose
Melalui pengalaman hidupnya, Rose berharap tidak ada lagi orang yang mudah menghakimi hanya karena melihat profesi seseorang.

Ia berkata, "Kita tak tahu bagaimana perjalanan hidup seseorang yang kita tidak kenal. Sebaiknya, kita mendoakan saja kebaikan untuk dia."

Kalimat sederhana itu mengandung pesan yang sangat dalam. Kita hanya melihat satu bab dari kehidupan seseorang, sementara Allah Swt. mengetahui seluruh kisahnya. Bisa jadi orang yang hari ini sedang berjuang dalam pekerjaan sederhana justru sedang dipersiapkan untuk meraih masa depan yang jauh lebih baik.

Maka, sebelum memandang rendah pekerjaan orang lain, ingatlah bahwa setiap rezeki yang halal adalah sesuatu yang mulia. Tidak ada pekerjaan yang hina selama dilakukan dengan jujur dan tidak melanggar syariat.

Kisah Rose Aida Asyura Sabri juga menjadi penyemangat bagi siapa saja yang sedang berjuang mengejar pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi. Jalan menuju impian memang tidak selalu mudah, tetapi kerja keras, doa, dan kesabaran akan selalu menemukan jalannya.

Sebab pada akhirnya, bukan dari mana seseorang memulai yang menentukan masa depannya, melainkan seberapa besar tekadnya untuk terus melangkah dan seberapa kuat ia menggantungkan harapan kepada Allah Swt.

 

Foto: Instagram/@kampusindonesia

 

#RoseAidaAsyuraSabri #AlAzharMesir #InspirasiMuslim #KisahInspiratif #MotivasiHidup #PendidikanIslam #Hijrah #KerjaKeras #MuslimInspiratif #DamaiIndonesia